PERAN GURU DALAM MENTRANSMISIKAN NILAI-NILAI ITIHASA DAN BUDAYA BALI KEPADA GENERASI MUDA

Penulis

  • I Nengah Arimbawa UHN SUgriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sa.v7i2.7523

Kata Kunci:

guru, Itihasa, Ramayana, Mahabharata, budaya Bali, pendidikan karakter, generasi muda, kearifan local

Abstrak

Perkembangan teknologi digital, perubahan pola interaksi sosial, dan semakin terbukanya akses generasi muda terhadap berbagai budaya global menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal. Dalam konteks Bali, Itihasa yang mencakup Ramayana dan Mahabharata memiliki posisi penting sebagai sumber cerita, nilai moral, etika, spiritualitas, dan keteladanan yang dapat digunakan dalam pendidikan karakter. Namun, keberadaan nilai-nilai tersebut tidak secara otomatis menjamin terjadinya proses pewarisan kepada generasi muda. Guru memiliki posisi strategis sebagai pendidik, teladan, fasilitator, mediator budaya, dan pengembang pengalaman belajar yang memungkinkan nilai-nilai tersebut dipahami serta dikontekstualisasikan oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mentransmisikan nilai-nilai Itihasa dan budaya Bali kepada generasi muda serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang relevan untuk penguatan identitas budaya peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen. Data berupa artikel ilmiah, buku, dokumen pendidikan, dan hasil penelitian mengenai Itihasa, pendidikan karakter, kearifan lokal Bali, serta pembelajaran berbasis budaya dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru dalam transmisi nilai dapat dikategorikan menjadi lima bentuk utama, yaitu guru sebagai sumber pengetahuan budaya, teladan nilai, fasilitator refleksi moral, mediator antara tradisi dan kehidupan modern, serta inovator pembelajaran berbasis budaya. Nilai-nilai seperti dharma, satya, tanggung jawab, kesetiaan, pengendalian diri, kepedulian sosial, penghormatan terhadap orang lain, dan harmoni dengan lingkungan dapat diintegrasikan melalui cerita Itihasa, diskusi, bermain peran, proyek budaya, pembelajaran kontekstual, dan media digital. Transmisi nilai akan lebih bermakna apabila guru tidak hanya mengajarkan cerita, tetapi membantu peserta didik menghubungkan nilai dalam cerita dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan berbasis Itihasa dan budaya Bali dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat literasi budaya, karakter, dan identitas generasi muda tanpa mengisolasi mereka dari perkembangan global.

Kata kunci: guru, Itihasa, Ramayana, Mahabharata, budaya Bali, pendidikan karakter, generasi muda, kearifan local

Referensi

Azhan, M. L., Afriani, F., Wulandari, A. P., & Kusmana, S. (2026). Teachers’ developmental roles in local wisdom-based character education across learning phases: A phenomenological study at primary school. DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 9(1). https://doi.org/10.21831/didaktika.v9i1.99801

Candrawati, P., Paramartha, W., & Suasthi, I. G. A. (2025). Rationalization of curriculum implementation based on local wisdom of Sad Kerthi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 8(2). https://doi.org/10.23887/jippg.v8i2.102988

Heriyanti, P. L. P. E., Agustiana, I. G. A. T., & Sudatha, G. W. (2025). The effect of an integrated Think Pair Share (TPS) learning model based on Balinese local wisdom on fifth-grade elementary students’ science literacy and learning outcomes. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 8(1), 12–23. https://doi.org/10.23887/jpmu.v8i1.92597

Kertih, I. W., & Sriartha, I. P. (2022). Supplement book of social studies teaching materials through the empowerment of Bali local wisdom as a learning source. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 55(1). https://doi.org/10.23887/jpp.v55i1.45487

Mahadewi, I. A. G. A. (2023). Nilai-nilai kehidupan dalam wiracarita Ramayana. Śruti: Jurnal Agama Hindu, 3(2).

Nandiwardhana, I. K., Astawan, I. G., & Utami, K. H. D. (2025). Balinese local wisdom-based animation video to improve students’ cultural literacy. Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan, 5(3), 610–620. https://doi.org/10.23887/jmt.v6i1.100192

Nurlensi. (2018). Pendidikan dan nilai-nilai moralitas dalam ajaran Mahabharata bagi umat Hindu. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu, 8(1). https://doi.org/10.33363/ba.v8i1.299

Nurjaya, I. G., Christiawan, P. I., Sarmita, M., & Resmawan, K. G. S. (2025). Pengembangan modul ajar berbasis Tri Hita Karana dalam Pendidikan Profesi Guru: Integrasi nilai kearifan lokal dan alur MERDEKA. Media Komunikasi FPIPS, 24(2). https://doi.org/10.23887/mkfis.v24i2.103527

Permana, I. D. G. D. (2021). Kisah timbulnya wiracarita Ramayana dan nilai-nilai susila. Widya Katambung, 12(1). https://doi.org/10.33363/wk.v12i1.668

Sriartha, P., Yasmiati, N. L. W., & Lasmawan, I. W. (2021). The implementation of anti-corruption character education through Bali local wisdom in junior high schools. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(4). https://doi.org/10.23887/jpi-undiksha.v10i4.36732

Suardana, I. (2018). Tri Hita Karana sebagai basis pendidikan karakter di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2).

Udiyana, I. G., & Arnyana, I. B. P. (2022). Balinese local wisdom oriented digital teaching materials to improve cultural literacy of grade V elementary school students. Journal for Lesson and Learning Studies, 5(2). https://doi.org/10.23887/jlls.v5i2.52411

Yasa, G. W., & Widiastuti, N. P. K. (2025). Paralia (Paplajahan Aksara Bali Asyik): Interactive multimedia based on local wisdom to improve Balinese language learning outcomes. Journal of Education Technology, 9(4). https://doi.org/10.23887/jet.v9i4.95332

Jayanti, F. D., & Wulandari, T. (2024). Character education based on local wisdom Hasthalaku. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 57(1). https://doi.org/10.23887/jpp.v57i1.66260

Maba, W., Mantra, I. B. N., & Wedasuwari, I. A. M. (2025). Incorporating Balinese local wisdom into pedagogical approaches: A case study of junior high schools. International Journal of Social Science, 5(2). https://doi.org/10.53625/ijss.v5i2.11050

Sidi Artajaya, G. S. A., Pinatih, P. A. M., & Ekasriadi, I. A. A. (2025). Membangun kompetensi literasi multimodal: Strategi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Tri Hita Karana dan pendidikan karakter di era digital. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 14(1), 110–118. https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i1.5620

Sugihartha, I. W., Tika, I. N., & Suja, I. W. (2026). Reconstruction of the axiological values of the Ngerateng Lampad tradition for the development of a holistic character education model. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 9(1). https://doi.org/10.23887/jp2.v9i1.109635

Hignasari, L. V., Sutajaya, M., Risadi, M. Y., Laksmi, P. P. D., Budiarta, I. W., Misrahayu, Y., Akhmad, N., Agustinasari, & Yuliati, N. K. D. E. (2026). A conceptual model of Tri Hita Karana in educational glocalization: Toward ethical cultural commodification. Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 10(1). https://doi.org/10.25078/vidyottama.v10i1.5716

Unduhan

Diterbitkan

20.09.2026

Terbitan

Bagian

##section.default.title##

Artikel Serupa

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.