EFEKTIFITAS SISWA SMK NEGERI 1 GIANYAR DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN GIANYAR (KAJIAN ANTROPOLOGI AGAMA HINDU)

Penulis

  • Wayan Siskasari UNHI
  • Gede Bagus Wira Diputra
  • Putu Eddy Purnomo Arta

DOI:

https://doi.org/10.25078/sa.v7i01.5864

Kata Kunci:

Prakerin, pemerintahan daerah, etika Hindu, Tri Hita Karana, antropologi Agama Hindu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin)

siswa SMK Negeri 1 Gianyar pada Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten

Gianyar serta menganalisis relevansinya dengan kompetensi administrasi perkantoran dan nilai

nilai etika Hindu. Prakerin dilaksanakan selama enam bulan sebagai bentuk implementasi

pembelajaran vokasi berbasis dunia kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif

dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa Setda Gianyar memiliki peran strategis dalam koordinasi

pemerintahan daerah, sehingga menjadi lingkungan belajar yang relevan bagi siswa dalam

mempraktikkan keterampilan administrasi seperti pengelolaan surat-menyurat, pengarsipan,

koordinasi kedinasan, dan komunikasi birokrasi. Pembahasan sejarah Gianyar mengungkap

keterkaitannya dengan perkembangan pemerintahan tradisional Bali serta konsep Tri Hita

Karana sebagai filosofi harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, struktur

organisasi Setda yang bersifat lini mencerminkan prinsip tata kelola berdasarkan Dharma

Negara, Nīti Śāstra, dan tattwa rājya, yang menekankan etika kepemimpinan, hierarki, dan

pembagian tugas yang jelas. Nilai-nilai Hindu seperti Tri Kaya Parisudha, Tat Twam Asi, dan

Tri Hita Karana terintegrasi dalam pengalaman prakerin dan berperan membentuk karakter

profesional siswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, etika, tanggung jawab, dan hubungan

interpersonal. Prakerin terbukti meningkatkan kesiapan kerja siswa melalui penguatan

kompetensi teknis dan nonteknis, sekaligus menanamkan kesadaran moral dan spiritual yang

relevan dengan budaya kerja Bali. Dengan demikian, kegiatan prakerin di Setda Gianyar

memberikan kontribusi komprehensif dalam pengembangan profesionalitas siswa sebagai

calon tenaga kerja yang unggul, beretika, dan berkarakter.

Referensi

Ardhana, I. K. (2005). Sejarah Bali kuno dan peradaban di Pakerisan. Udayana University Press.

Arthadana, I. W. (2010). Implementasi Tri Hita Karana dalam kebijakan publik di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 45–55.

Lansing, J. S. (2006). Perfect order: Recognizing complexity in Bali. Princeton University Press.

Pemerintah Kabupaten Gianyar. (2025a). Sejarah Kabupaten Gianyar. https://www.gianyarkab.go.id/profil/8/Sejarah

Pemerintah Kabupaten Gianyar. (2025b). Visi dan misi Kabupaten Gianyar. https://www.gianyarkab.go.id/pemerintahan/2/Visi-dan-Misi

Pudja, G. (1997). Nīti Śāstra: Ajaran pemerintahan dalam Hindu. Paramita.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sutrisno, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Kencana.

Titib, I. M. (2003). Teologi dan simbol-simbol dalam Agama Hindu. Paramita.

Wahyudi, A. (2020). Implementasi pendidikan vokasi dalam meningkatkan kompetensi kerja siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 10(2).

Wiana, I. K. (2004). Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan. Paramita.

Windia, W., & Dewi, R. K. (2007). Analisis bisnis yang berlandaskan Tri Hita Karana. Universitas Udayana.

Unduhan

Diterbitkan

24.06.2026