Diskusi Pascapublikasi

1. Kebijakan Umum

Dharma Sastra: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Daerah berkomitmen mendorong dialog akademik yang terbuka, konstruktif, transparan, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga integritas publikasi ilmiah. Jurnal mengakui bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tidak berhenti setelah suatu artikel diterbitkan, tetapi dapat berlanjut melalui kritik ilmiah, tanggapan akademik, klarifikasi, dan koreksi berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, Dharma Sastra membuka kesempatan bagi pembaca, peneliti, akademisi, dan pihak lain yang memiliki kompetensi relevan untuk menyampaikan tanggapan ilmiah terhadap artikel yang telah diterbitkan. Diskusi tersebut dapat berkaitan dengan metodologi, interpretasi data, argumentasi teoretis, validitas temuan, penggunaan sumber, maupun kontribusi artikel terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang bahasa, sastra, filologi, dan kebudayaan daerah.

Seluruh tanggapan pascapublikasi harus disampaikan secara profesional, berbasis bukti, relevan dengan substansi artikel, serta menghormati etika komunikasi akademik.

2. Bentuk Diskusi Pascapublikasi

Dharma Sastra dapat memfasilitasi diskusi pascapublikasi dalam bentuk berikut.

  1. Tanggapan ilmiah (scholarly commentary): tanggapan akademik yang membahas, memperluas, mengkritisi, atau memberikan perspektif alternatif terhadap temuan dan argumentasi artikel yang telah diterbitkan.
  2. Surat kepada editor (letter to the editor): komunikasi ilmiah singkat yang menyampaikan pertanyaan, klarifikasi, kritik, atau pandangan akademik yang relevan dengan artikel terbitan jurnal.
  3. Usulan koreksi (correction request): laporan mengenai kesalahan faktual, data, sitasi, penulisan, atau informasi lain yang perlu diperbaiki untuk menjaga akurasi rekam publikasi ilmiah.
  4. Pengaduan dugaan pelanggaran etika penelitian atau publikasi: laporan berbasis bukti mengenai dugaan plagiarisme, fabrikasi atau falsifikasi data, pelanggaran kepengarangan, maupun masalah integritas ilmiah lainnya. Pengaduan ini ditangani melalui prosedur etika publikasi jurnal yang berlaku.

3. Persyaratan Pengajuan Tanggapan

Tanggapan ilmiah atau surat kepada editor harus memenuhi ketentuan berikut:

  1. Menyebutkan secara jelas judul artikel, nama penulis, tahun terbit, dan identitas bibliografis artikel yang ditanggapi.
  2. Menjelaskan pokok persoalan atau argumentasi secara spesifik, logis, dan didukung bukti yang relevan.
  3. Menggunakan bahasa akademik yang santun, objektif, dan tidak mengandung serangan pribadi.
  4. Menyertakan referensi yang dapat diverifikasi apabila menggunakan sumber ilmiah pendukung.
  5. Mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan.
  6. Memastikan bahwa naskah tanggapan merupakan karya orisinal dan tidak sedang diproses untuk diterbitkan pada media lain.
  7. Mematuhi ketentuan format, panjang naskah, dan prosedur pengiriman yang ditetapkan oleh editor.

Tanggapan yang hanya berisi opini tanpa argumentasi yang dapat diverifikasi, serangan pribadi, atau tuduhan yang tidak didukung bukti dapat ditolak.

4. Proses Penilaian Editorial

Setiap tanggapan pascapublikasi akan diperiksa oleh editor untuk menilai relevansi, kelayakan akademik, kejelasan argumentasi, serta kesesuaiannya dengan etika publikasi jurnal.

Apabila diperlukan, editor dapat meminta penilaian dari penelaah independen atau ahli yang memiliki kompetensi sesuai dengan pokok persoalan yang dibahas.

Editor dapat meminta perbaikan, menerima, atau menolak tanggapan berdasarkan kualitas akademik dan kesesuaiannya dengan kebijakan jurnal. Pengajuan tanggapan tidak secara otomatis menjamin penerbitan.

5. Hak Jawab Penulis

Apabila tanggapan yang diajukan memuat kritik substantif terhadap artikel yang telah diterbitkan, editor dapat memberikan kesempatan yang wajar kepada penulis artikel terkait untuk menyampaikan jawaban atau klarifikasi.

Jawaban penulis akan dinilai berdasarkan relevansi, ketepatan argumentasi, dan bukti yang disampaikan. Apabila dinilai layak, tanggapan dan jawaban dapat diterbitkan secara terpisah atau bersama-sama agar pembaca memperoleh gambaran yang seimbang mengenai persoalan akademik yang dibahas.

Pemberian hak jawab tidak berarti bahwa penulis artikel yang ditanggapi memiliki hak untuk menentukan apakah suatu tanggapan akan diterbitkan.

6. Koreksi dan Penarikan Artikel

Apabila diskusi pascapublikasi mengungkapkan kemungkinan kesalahan yang memengaruhi akurasi atau keandalan artikel, editor akan melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti yang tersedia dan kebijakan etika publikasi jurnal.

Kesalahan yang dapat diperbaiki tanpa merusak validitas utama artikel dapat ditangani melalui penerbitan koreksi. Apabila ditemukan persoalan serius yang memengaruhi integritas atau keandalan artikel, jurnal dapat mempertimbangkan penerbitan pernyataan keprihatinan atau penarikan artikel sesuai dengan hasil pemeriksaan dan pedoman etika yang relevan.

Seluruh keputusan harus didasarkan pada bukti, melalui proses yang adil, dan didokumentasikan secara memadai.

7. Etika dan Tanggung Jawab Para Pihak

Penulis tanggapan, penulis artikel yang ditanggapi, editor, dan penelaah wajib menjaga integritas akademik serta menghormati seluruh pihak yang terlibat.

Tanggapan dan jawaban harus berfokus pada substansi ilmiah, bukan pada identitas, karakter, atau kepentingan pribadi. Setiap pihak wajib mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan dan tidak melakukan intimidasi, manipulasi, atau tindakan yang bertujuan merusak reputasi pihak lain tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dharma Sastra berhak menolak atau tidak memublikasikan materi yang melanggar etika, tidak relevan secara akademik, atau tidak memenuhi standar editorial jurnal.

8. Pengiriman Tanggapan

Tanggapan ilmiah, surat kepada editor, dan usulan koreksi dapat disampaikan melalui sistem Open Journal Systems (OJS) Dharma Sastra:

Kirim Tanggapan melalui OJS Dharma Sastra

Pengirim harus menyebutkan bahwa naskah merupakan tanggapan pascapublikasi, mencantumkan identitas artikel yang ditanggapi, serta memberikan uraian singkat mengenai tujuan pengajuan. Apabila sistem OJS belum menyediakan kategori pengiriman khusus, pengirim dapat menghubungi editor melalui alamat surel resmi yang tercantum pada laman jurnal.

9. Komitmen Jurnal

Dharma Sastra berkomitmen mendukung budaya diskusi ilmiah yang terbuka, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui mekanisme diskusi pascapublikasi, jurnal berupaya meningkatkan kualitas dialog akademik, memperbaiki akurasi rekam publikasi, serta mendorong pengembangan pengetahuan dalam bidang bahasa, sastra, dan kebudayaan daerah.

Pelaksanaan kebijakan ini disesuaikan dengan kapasitas editorial jurnal dan prinsip etika publikasi ilmiah yang relevan, termasuk pedoman Committee on Publication Ethics (COPE) .