IMPLEMENTATION OF THE TRI HITA KARANA CONCEPT IN THE MAPEED TRADITION AS HERITAGE TOURISM IN PAKRAMAN SUKAWATI VILLAGE, GIANYAR DISTRICT
DOI:
https://doi.org/10.25078/ride.v3i2.5523Kata Kunci:
Tri Hita Karana, Mapeed, Wisata WarisanAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konsep Tri Hita Karana dalam tradisi Mapeed sebagai bagian dari pengembangan wisata warisan budaya di Desa Pakraman Sukawati Kabupaten Gianyar. Tri Hita Karana yang meliputi hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam menjadi landasan pelaksanaan tradisi Mapeed. Mapeed merupakan tradisi gotong royong masyarakat Bali merawat dan membersihkan pura sebagai wujud rasa hormat terhadap Tuhan, sesama, dan lingkungan. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana prinsip Tri Hita Karana diterapkan di Mapeed dan dampaknya terhadap keberlanjutan budaya dan pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Mapeed yang berlandaskan Tri Hita Karana tidak hanya mempererat hubungan sosial antarwarga, namun juga berperan penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya Bali. Di sisi lain, Mapeed juga berpotensi menjadi daya tarik utama dalam pengembangan wisata warisan budaya di Desa Pakraman Sukawati, dengan menarik wisatawan yang tertarik dengan pengalaman budaya otentik. Artikel ini menyimpulkan bahwa Mapeed yang mengintegrasikan Tri Hita Karana dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal, serta melestarikan budaya dan lingkungan.
