MAKNA FILOSOFI YOGA BALI KUNO DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI TUJUAN WISATA

Penulis

  • Relin D.E. Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Gusti Made Widya Sena Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ni Nyoman Perni Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Gusti Ayu Jatiana Manik Wedanti Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/vidyottama.v7i2.4783

Kata Kunci:

Tujuan Wisata, Filosofis, Yoga Bali Kuno

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep filsafat yoga Bali kuno dan merevitalisasinya sebagai destinasi wisata. Melalui penelitian ini, diharapkan para praktisi, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat mempertimbangkan yoga Bali kuno sebagai destinasi wisata alternatif di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan telaah pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teori yang mendukung penelitian ini adalah teori semiotika komunikasi dan teori praktik. Temuan penelitian ini ada tiga, yaitu: 1) perkembangan yoga Bali kuno secara historis dan statis, 2) filsafat yoga di Yayasan Windu Sara yang terdiri dari berbagai pengetahuan filosofis, dan 3) revitalisasi yoga Bali kuno sebagai destinasi wisata alternatif dapat diaplikasikan sebagai salah satu bentuk wisata religi.

Referensi

Asli, L. (2015). Yogasutra Patanjali Pada Masyarakat Multikultur (Studi Kasus Yoga BIF Denpasar Bali” (disertasi). Program Pascasarjana IHDN Denpasar.

Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar.

Darmawan, I. P. A., & Krishna, I. B. W. (2020). Konsep Ketuhanan Dalam Suara Gamelan. Menurut Lontar Aji Ghurnnita. Jurnal Genta Hredaya, 3(1).

Dearing, E., Kreider, H., Simpkins, S., & Weiss, H. B. (2006). Family involvement in school and low-income children’s literacy: Longitudinal associations between and within families. Journal of Educational Psychology, 98(4).

Harker. Richard. (2009). (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik (Jalasutra (ed.)).

Holladay, Patrick J and Lauren M. Ponder, L. M. (n.d.). Identification-of-self through a yoga-travel-spirit nexus akademisk. Www.Akademiskkvarter.Hum.Aau.Dk/. Volume 04. Spring, 4, 2012.

Lacerda, D. (2015). 2,100 Asanas: The Complete Yoga Poses. Black Dog & Lepenthal.

Mardika, I. P. (2022). Pendidikan Agama Hindu, Dalam Perspektif - Astangga Yoga.

Pramahans. (2011). The First Steps To Higher Yoga. Yoga Niketan Trust.

Radhakrisnan, S. (n.d.). Religion and Society. Denpasar: Program Magister Ilmu Agama Dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia Indonesia bekerjasama dengan Widya Dharma.

Schiffman dan Kanuk. (2008). Perilaku konsumen (Edisi 7). Indeks.

Sugata, I. M. (2018). Sinkretisasi Mistisisme Yoga Di Perguruan Spritual Ambar Ashram Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar (disertasi). Program Pascasarjana IHDN Denpasar.

Suyanta, I. W. (2017). Nilai Belajar Yoga Dalam Perspektif Pendidikan non formal (Studi Fenomenologi Belajar di Kawasan Ubud Bali). Disertasi. Universitas Negeri Malang Pascasarjana Program Studi Pendidikan Luar Sekolah.

Widya Sena, I. G. M. (2021). The Concept of Yoga in the Tattwa Jñana Script. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 6(01), 17–32. https://doi.org/10.18784/analisa.v6i01.1310

Diterbitkan

2023-10-31

Terbitan

Bagian

Artikel