HEGEMONY OF INDUSTRIAL CULTURE IN EDUCATION AND ITS IMPLICATIONS ON STUDENTS LEARNING MOTIVATION TOWARDS HINDU RELIGIOUS EDUCATION AND ETHICS SUBJECTS AT SMAN 8 DENPASAR
Abstract
This research examines the hegemony of industrial culture in education and its implications for the motivation to learn Hindu Religious Education and Budi Pekerti subjects at SMAN 8 Denpasar. The results show that students view Hinduism as an important part of their identity, which provides a moral and ethical basis to guide their daily behavior. However, the positivistic educational paradigm tends to marginalize religious subjects because they are considered less relevant to the needs of the job market, compared to STEM science clusters which are considered more prestigious and promising. This science discrimination creates a hierarchy in subjects that affects students' learning motivation, where students are more oriented towards STEM fields. Factors such as teacher quality, parental influence, environment and peers also play a role in determining student motivation. As a result, students tend to excel in intellectual aspects but experience spiritual dryness, which affects the quality of sradha, bhakti and morals. To overcome this challenge, Hindu Religious Education teachers are expected to implement innovative strategies through technology-based learning and student-centered approaches. It is also important to scientize religious teachings to make them more rational and relevant, and to make teachers moral and spiritual role models.
References
Arfani, L. (2016). Mengurai Hakikat Pendidikan, Belajar dan Pembelajaran. Jurnal PPKn Dan Hukum, 11(2), 81–97.
Audifax. (2007). Semiotika Tuhan: Tafsir atas Pembacaan Manusia Terhadap Tuhan. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
Danim, S. (2002). Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Darmaningtyas. (2009). Pendidikan Rusak-Rusakan. Yogyakarta: LkiS.
Dewey, J. (2002). Pengalaman dan Pendidikan. Diterjemahkan oleh John De Santo. Yogyakarta: Kepel Press.
Dewey, J. (2004). Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education. Delhi: Aakar Books.
Freire, P. (1984). Pendidikan Sebagai Praktek Pembebasan. Diterjemahkan oleh Alois A. Nugroho. Jakarta: PT Gramedia.
Harisuddin, A. (1981). Teori-Teori Pendidikan Pembebasan Paulo Freire. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Kandiri, & Arfandi. (2021). Guru Sebagai Model dan Teladan dalam Meningkatkan Moralitas Siswa. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan Dan Pedagogi Islam, 6(1), 1–8.
Laila, D. (2020). Inovasi Perangkat Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Podcast. Prosiding Seminar Nasional PBSI-III, 2015, 7–12. http://digilib.unimed.ac.id/41213/1/Fulltext.pdf.
Mubin, M. N., Ikhasan, B. M. N., & Putro, K. Z. (2021). Pendekatan Kognitif Sosial Perspektif Albert Bandura pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Edureligia, 5(1), 91–103. ejournal.unuja.ac.id/index.php/edureligia
Nur Rahmat, K. M. (2018). Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Inovasi Pembelajaran. Jurnal Iqra’: Kajian Ilmu Pendidikan, 3(2).
Siswadi, G. A. (2022a). Konsep Merdeka Belajar dalam Kurikulum Merdeka ditinjau dari Perspektif Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dengan Penguatan Karakter Pelajar Indonesia. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Siswadi, G. A. (2022b). Pemikiran Filosofis Paulo Freire Terhadap Persoalan Pendidikan dan Relevansinya dengan Sistem Merdeka Belajar di Indonesia. Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu, 9(2), 142–153.
Siswadi, G. A. (2023a). Konsep Pendidikan dalam Pandangan Alvin Toffler dan Gagasannya Tentang Pendidikan di Masa Depan. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 28(2), 224-234.
Siswadi, G. A. (2023b). Konsep Pendidikan Naturalistik Jean Jacques Rousseau Dan Relevansinya Bagi Pengembangan Sistem Merdeka Belajar di Indonesia. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu, 14(2).
Siswadi, G. A. (2023c). Kritik John Holt Terhadap Lembaga Sekolah dan Kontibusi Pemikirannya dalam Redefinisi Makna Pendidikan. Maha Widya Bhuwana: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya, 6(2), 141-153.
Siswadi, G. A. (2023d). Merayakan Kemerdekaan dalam Belajar. Badung: Nilacakra.
Siswadi, G. A. (2023e). Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Agama Hindu Perspektif Filsafat Pendidikan Progresivisme. JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama), 3(01), 23-32.
Siswadi, G. A. (2023f). Ragam Persoalan Pendidikan di Indonesia dalam Tinjauan Kritis Filsafat Pendidikan. Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu, 5(1), 20-36.
Siswadi, G. A. (2024a). Paradigma Pendidikan Kritis Paulo Freire dan Relevansinya dalam Pengembangan Pendidikan Humanis di Indonesia. Japam (Jurnal Pendidikan Agama), 4(2), 176-187.
Siswadi, G. A. (2024b). Pedagogi Eksistensial Humanistik dalam Pandangan Jean Paul Sartre dan Refleksi atas Kebijakan Merdeka Belajar di Indonesia. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu, 15(1), 57-77.
Siswadi, G. A. (2024c). Sekolah Bukan Mesin Pencetak Manusia Pekerja. Kota Solok Sumatera Barat: PT Mafy Media Literasi Indonesia.
Solihin, M. (2015). Kapitalisme Pendidikan (Analisis Dampaknya Terhadap Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa). Nur El-Islam, 2(2), 56–73.
Suda, I. K. (2017). Kastanisasi Pendidikan: Ketika Pelajaran Agama Terpinggirkan. Program Pascasarjana UNHI bekerjasama dengan PT. Percetakan Bali.
Sullivan, P. (1966). John Dewey’s Philosophy of Education. The High School Journal, 391–397.
Suseno, F. M. (2000). 12 Tokoh Etika Abad ke-20. Kanisius.
Sutisna, D., Indraswati, D., & Sobri, M. (2019). Keteladanan Guru Sebagai Sarana Penerapan Pendidikan Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(2), 29–33.
Zahroh, A. (2018). Membangun Kualitas Pembelajaran Melalui Dimensi Profesionalisme Guru (Cetakan 2). Bandung: Yrama Widya.










