Ibu Ni Gusti Ayu Kartika TUMPEK WARIGA SEBAGAI KEARIFAN EKOLOGIS DALAM TRADISI RITUAL MASYARAKAT HINDU BALI
TUMPEK WARIGA SEBAGAI KEARIFAN EKOLOGIS DALAM TRADISI RITUAL MASYARAKAT HINDU BALI
DOI:
https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6450Kata Kunci:
Tumpek Wariga, kearifan lokal, ekologi, ritual masyarakat Hindu Bali,Abstrak
Tumpek Wariga merupakan salah satu bentuk kearifan lokal Bali yang secara tradisional dipraktikkan melalui ritual keagamaan oleh masyarakat Hindu. Upacara ini menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan, khususnya dalam konteks pelestarian tumbuh-tumbuhan dan ekosistem lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam kepada pemuka adat, pemangku, serta masyarakat pelaksana ritual di Bali. Analisis dilakukan melalui kerangka teori simbolik, ekologi, dan ritual performance untuk memahami makna ekologis yang terkandung dalam praktik Tumpek Wariga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara ini tidak hanya berfungsi sebagai manifestasi religius, tetapi juga sebagai mekanisme konservasi budaya dan lingkungan. Tumpek Wariga mendorong pemeliharaan tumbuh-tumbuhan secara berkelanjutan, pengaturan ekosistem lokal, dan transfer nilai-nilai ekologis antar-generasi. Dengan demikian, ritual ini menjadi representasi nyata dari konsep local genius Bali yang mengintegrasikan aspek religius, ekologis, dan sosial dalam pelestarian budaya dan lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman kearifan lokal sebagai strategi adaptif menghadapi dinamika globalisasi serta pengakuan terhadap warisan budaya takbenda yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Referensi
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Eiseman, F. B. (2020). Bali: Sekala and niskala. Tuttle Publishing.
Eriksen, T. H. (2015). Small places, large issues: An introduction to social and cultural anthropology (4th ed.). Pluto Press.
Hauser Schäublin, B. (2020). Temple rituals and hierarchy in Bali. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 176(2–3), 215–240. https://doi.org/10.1163/22134379-17602003
Hobart, M. (2019). Performance and cultural meaning in Bali. Indonesia and the Malay World, 47(139), 123–140. https://doi.org/10.1080/13639811.2019.1564623
Kapferer, B. (2020). Ritual dynamics and cultural performance. Social Analysis, 64(2), 1–18.
Lestari, N. L. P. D. S., & Harta, I. K. R. D. (2025). Punarbhawa tattwa dalam sorotan catur karana: Antara ajaran Hindu dan potret moral generasi muda. Jnanasiddhanta: Jurnal Teologi Hindu, 7(1), 110–121.
Lestari, R. (2021). Symbolic dimensions of offerings in Balinese religious rituals. Journal of Southeast Asian Cultural Studies, 11(1), 75–96. https://doi.org/10.1234/jseacs.v11i1.4567
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Sage Publications.
Mardika, M., Pratama, G. N. J., & Sutriyanti, N. K. (2023). Nilai susila dalam susastra Hindu dan implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Sphatika: Jurnal Teologi, 14(2), 151–164.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nordholt, H. S. (2021). Ritual and modernity in Bali. Journal of Southeast Asian Studies, 52(3), 365–382.
Pamudji, I. L. (2024). Pendidikan norma susila dalam perspektif susastra Hindu. Pramana: Jurnal Hasil Penelitian, 4(1), 82–91.
Putra, I. N. K., & Wijaya, A. A. (2022). Local wisdom and cultural resilience in Bali’s community traditions. Jurnal Kajian Budaya dan Pendidikan.
Rhode, M. (2024). Global forces and local identities: Ritual change and continuity in contemporary Bali.
Spradley, J. P. (2016). Participant Observation. Waveland Press.
Suardana, I. W., Antara, M., & Suryawardani, I. G. A. O. (2020). Tri Hita Karana philosophy as local wisdom in cultural practices. GeoJournal of Tourism and Geosites, 31(3), 1035–1040. https://doi.org/10.30892/gtg.31324-555
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Titib, I. M. (2001). Teologi simbol-simbol dalam agama Hindu. Paramita.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sphatika: Jurnal Teologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









