Implementasi Sarira Samskara dalam Upacara Manusa Yadnya di Bali dan Perannya dalam Transformasi Tubuh serta Jiwa

Penulis

  • Hari Harsananda Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Wayan Bagus Citra Wedana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6383

Kata Kunci:

body and soul, education, manusa yadnya, sarira samskara, transformation of spiritual Hinduism

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep sarira samskara dalam ajaran Hindu kuno serta implementasinya dalam upacara manusa yadnya di Bali, sekaligus menganalisis perannya dalam proses transformasi tubuh dan jiwa manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan kitab suci, lontar, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarira samskara merupakan rangkaian upacara penyucian yang menyertai perjalanan hidup manusia sejak fase konsepsi (garbhadana) hingga perkawinan (wiwaha). Dalam konteks Bali, konsep ini terejawantahkan dalam berbagai bentuk manusa yadnya seperti magedong-gedongan, nyambutin, otonan, metatah, pawintenan, mejaya-jaya, dan pawiwahan. Setiap tahapan upacara tidak hanya berfungsi sebagai ritual simbolik, tetapi juga sebagai media pendidikan spiritual yang mentransformasikan aspek jasmani melalui penyucian raga, serta aspek rohani melalui penanaman nilai dharma, mantra, doa, dan pembentukan karakter. Dengan demikian, sarira samskara (manusa yadnya) dapat dipahami sebagai sistem pembinaan holistik yang membimbing manusia menuju kesadaran hakikat diri sebagai atman, percikan Ilahi yang berproses menuju tujuan akhir kehidupan, yaitu moksa.

 

Referensi

Adnyana, I. M. D. S., & Mardika, J. M. (2022). Upacara Manusa Yadnya Sarira Samskara di Bali: Tinjauan dari Sudut Pandang Filosofis, Sosiologis dan Relligiosains. Nilacakra.

Anggara, M., Drs. I Wayan Budha, M. P., I Ketut Angga Irawan, S.Ag., M. S., & I Made Awanita, S.Ag., M. P. (2023). Peran Guru Rupaka dalam Menguaktkan Sradha dan Bakti Anak Melalui Pendidikan Informal di Wilayah Jakarta Timur. Jurnal Pasupati, 10(1), 1–23. http://dx.doi.org/10.37428/pasupati.v10i1.221

Javani, S., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2024). Budaya Megedong-gedongan sebagai Implementasi Etnopedagogi pada Bimbingan Klinik kebidanan dalam Substansi Simulasi Tumbuh Kembang Anak. 18(1978), 2203–2214. https://doi.org/10.33758/mbi.v18i8.756

Mario, S., Widiyanto, Y. S., & Panannangan, M. (1998). Pandangan Generasi Muda terhadap Upacara Perkawinan Adat di Kota Denpasar. CV PIALAMAS PERMAI.

Ngurah, I. G. A., & Seniwati, D. N. (2019). Pelaksanaan Otonan di Kota Denpasar ( Kajian Bentuk , Makna dan Fungsi ). Jurnal Widya Wrtta, 2(April 2019), 66–78. https://doi.org/10.32795/vw.v2i1.324

Ningsih, L. S., & Suwendra, I. W. (2020). Upacara Pawiwahan dalam Agama Hindu. Jurnal WidyaSastra Pendidikan Agama Hindu, 3(2), 40–49. https://doi.org/10.36663/wspah.v3i2.74

Nursari, B., Andriani, A., Sunarti, H., & Fitri, Z. (2021). Perbandingan Upacara Seijin Shiki di jepang dan Upacara Metatah di Bali. Jurnal Lingua, 17(2), 1–25. http://repository.unsada.ac.id/id/eprint/2561

Parmajaya, I. P. G. (2005). Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan dengan Membangkitkan Tiga Potensi Dasar Alamiah (Bayu, Sabda, Idep). Jurnal Penjaminan Mutu, 19, 15–22. https://www.academia.edu/30470954/PENINGKATAN_MUTU_DAN_KUALITAS_PENDIDIKAN_DENGAN_MEMBANGKITKAN_TIGA_POTENSI_DASAR_ALAMIAH_BAYU_SABDA_IDEP_

Parsua, G. R. (2022). Peran Nyama Pat dalam Kehidupan Manusia Perspektif Agama Hindu. Jurnal Kalangwan, 12(1), 15–23. http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/kalangwan

Penyusun, T. (1995). Bahan Pendidikan dan Pengajaran Agama Hindu. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bali.

Satria, I. K. (2020). Pemuliaan Manusia Di Desa Tua (Desa Pedawa). UNHI Press.

Siswadi, G. A., & Puspadewi, I. D. A. (2023). Konsep Manusia Dalam Pandangan Svami Vivekananda : Sebuah Kajian Antropologi Metafisik. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 6(2), 91–106. doi: https://doi.org/10.33363/swjsa.v6i2.962

Sitompul, E. M. (2014). Buku Pintar MPASI: bayi sampai dengan 1 Tahun (A. Van Persie (ed.)). Lembar Langit Indonesia.

Sivananda, S. S. (2003). Intisari Ajaran Hindu. Paramita.

Subagiasta, I. K. (2025). Filosofi Kepanditaan. Dharma Pustaka Utama.

Sudharta, T. R. (2009). Sarasamuccaya Smerti Nusantara (Berisi Kamus Jawa Kuno-Indonesia). Paramita.

Sudharta, T. R. (2013). Manusia Hindu Dari Kandungan Sampai Perkawinan. Pustaka Bali Post.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sumarni, N. (2021). Konsep Pendidikan Agama Hindu Dalam Tradisi Metatah. Jurnal Bawiayah, 21(1). https://doi.org/10.33363/ba.v12i1.630

Sumertha, I. W. (2020). Pola Pendidikan Pranatal dalam Agama Hindu. Jurnal Tampung Penyang, 18(5), 1–31. https://doi.org/10.33363/tampung-penyang.v18i01.478

Suwendra, I. W. (2025). Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Ritual Tiga Bulanan Bayi, Di Desa Adat Banyuning Kabupaten Buleleng, Bali. Jurnal Widya Sastra, 8(1), 1–11. https://jurnal.stkipahsingaraja.ac.id/index.php/wspah/article/view/933

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Harsananda, H., & Wedana, I. W. B. C. (2026). Implementasi Sarira Samskara dalam Upacara Manusa Yadnya di Bali dan Perannya dalam Transformasi Tubuh serta Jiwa. Sphatika: Jurnal Teologi, 17(1), 45–64. https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6383

Terbitan

Bagian

##section.default.title##