Kosmologi Waktu Umat Hindu: Mengapa Upacara Kuningan Harus Selesai Sebelum Tengah Hari?

Perspektif Teo-Astronomi Hindu

Penulis

  • Gede Endy Kumara Gupta Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6357

Kata Kunci:

Hindu cosmology of time, Kuningan, midday, jyotiṣa

Abstrak

Kajian ini berada dalam ranah studi agama Hindu, khususnya studi kosmologi waktu dan struktur temporal ritual dalam tradisi Hindu di Bali. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan makna pembatasan waktu pelaksanaan hari suci Kuningan yang harus diselesaikan sebelum tengah hari dengan menempatkannya dalam kerangka kosmologi gerak Matahari. Permasalahan muncul karena ketentuan tersebut umumnya dipahami sebagai aturan normatif berbasis lontar Sundarigama, tanpa dielaborasi secara mendalam melalui kerangka astronomi-teologi Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan metode hermeneutika Veda untuk menafsirkan teks Sundarigama serta mengaitkannya dengan konsep Jyotiṣa dan analogi harian Dakṣiṇāyana-Uttarāyaṇa. Hasil kajian menunjukkan bahwa rentang waktu tengah malam hingga tengah hari dapat dianalogikan sebagai fase Dakṣiṇāyana dalam skala harian, yakni arus kosmis yang “turun”, sehingga memungkinkan para Dewata dan Pitara hadir di dunia. Sebaliknya, rentang tengah hari hingga tengah malam dianalogikan sebagai fase Uttarāyaṇa, yaitu arus kosmis yang bergerak kembali menuju ranah ilahi. Oleh sebab itu, ritual Kuningan harus diselesaikan sebelum tengah hari karena setelah momen tersebut arus kosmik dipahami sedang bergerak kembali ke svarga. Hasil analisis ini menegaskan bahwa pembatasan waktu Kuningan merupakan ekspresi konsisten dari kosmologi waktu Hindu yang memandang gerak Matahari sebagai struktur dinamis relasi antara dunia manusia dan ranah ilahi.

Referensi

Behari, B. (1992). Fundamentals of Vedic Astrology: Vedic Astrologer’s Handbook I (K. Johnson (Ed.)). Passage Press.

Bhattacarya, W. (2019). Purnama-Tilem: Konsep Rwa Bhinneda pada Wariga di Bali. Yoga Dan Kesehatan, 2(1), 34–43.

Bhattacarya, W., Donder, I. K., & Redi, I. W. (2018). Teologi Hari: Analisis Teologi Kritis Terhadap Waktu Dalam Lontar Aji Swamaṇḍala. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 2(1), 463. https://doi.org/10.25078/jpah.v2i1.504

Cohen, S. (2020). Time in the Upaniṣads. Religions, 11(60), 1–12. https://doi.org/10.3390/rel11020060

Eliade, M. (1959). The Sacred and Profane. Harcourt.

Etika, T. (2022). Studi Komparasi Hari Raya Galungan di Bali dan Wijaya Dasami. Dharma Duta: Jurnal Penerangan Agama Hindu, 20, 19–31.

Gaborieau, M. (2022). Festivals, Time and Space : the Structure of the Indo-Nepalese Version of the Hindu Calendar. European Bulletin of Himalayan Research, 57, 1–16. https://doi.org/10.4000/ebhr.437

Lansing, J. S. (2006). Perfect Order: Recognizing Complexity in Bali. Princeton University Press.

Monkiewicz, M. (2021). Calendrical Terminology in the Early Vedic Astronomical Treatises of the Jyotiṣavedāṅga. Acta Asiatica Varsoviensia, 2021(34), 243–261. https://doi.org/10.60018/acasva.nssz2549

Murthy, K. S. (1993). Vedic Hermeneutics (1st ed.). Shri Lal Bahadur Shastri Rashtriya Sanskrit Visyapeetha.

Mutamakin, M. (2018). Analisis Sistem Penanggalan Kalender Caka Bali dalam Perspektif Astronomi. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Nisa, M. K., & Wasil, W. (2024). Ritual Galungan-Kuningan dan Navrati (Studi Komparasi Hindu Bali dan India). Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.15408/ushuluna.v10i01.37896

Penyusun, T. (2010). Dasar-Dasar Agama Hindu. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI.

Petrocchi, A. (2017). Calendars, Rituals, and Astral Science in India: A Case Study. Asian Literature and Translation, 4(1), 33–72. https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/©AlessandraPetrocchi

Pingree, D. (1981). Jyotiḥśāstra: Astral and Mathematical Literature. Otto Harrassowitz.

Putra, K. (2025). Tatacara Pelaksanaan Upacara dalam Lontar Sundarigama. Blogger Bali: Blog Sastra & Budaya Bali. https://www.komangputra.com/tatacara-pelaksanaan-upacara-dalam-lontar-sundarigama.html#google_vignette

Rajeswari, G. R. (2020). Concept of Time in Indian Astronomy. International Journal of Arts, Science and Humanities, 7(4).

Rajput, M. S., & Bisht, S. S. (2025). Cultural Continuity and Change: Analysing the Socio-Cultural and Historical Significance of Uttarakhand’s Fairs in the Age of Globalization. South India Journal of Social Sciences, 23(3), 42–47.

Ramdhani, F. Z. (2017). Analisis Sistem Penanggalan Pawukon Bali. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Santhanam, R. (1984). Brihat Parasara Hora Sastra of Maharshi Parasara. Rajan Publications.

Setyaningrum, P. (2023, January 4). Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Rangkaian Perayaannya. Kompas. https://denpasar.kompas.com/read/2023/01/04/074700578/makna-hari-raya-galungan-dan-kuningan-serta-rangkaian-perayaannya?page=all

Shinobu, Y. (2016). Rites of Passage in Balinese Hinduism: A Study on Telubulanin. Joumal of Indian and Buddhist Studies, 64(3), 1329–1336. https://doi.org/https://doi.org/10.4259/ibk.64.3_1329

Stephen, M. (2010). The Yogic Art of Dying, Kundalinī Yoga, and the Balinese Pitra Yadnya. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 166(4), 426–474. http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv

Suhardana, K. M. (2010). Sundarigama: Sumber Sastra Rerahinan Hindu Seperti Galungan, Kuningan, Purnama Tilem dan Lain-Lain. Pāramita.

Supriyatna, E., Lianto, F., & Trisno, R. (2025). Sanga Mandala Concept of Architectural Interior Zoning in Bali’s Modern House. New Disign Ideas, 9(2), 591–615.

Surada, I. M. (2025). Merawat “Kemenangan” Galungan dan Kuningan Menginspirasi Umat Hindu Untuk Teguh dalam Dharma. Binroh Telkom Group.

Susanti, D. (2008). Makna dan Tata Cara Upacara Hari Raya Kuningan dalam Agama Hindu. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Tumuluru, K. K. (2015). Hindu Prayers, Gods and Festivals. Partridge Publishing India.

Widana, I. G. K., & Suasthi, I. G. A. (2019). Landasan Teologi Praktik Ritual Hindu. Widyanatya, 1(2).

Widiawati, K., Mertayasa, I. K., & Sukarta, I. M. (2020). Persepsi Umat Hindu tentang Hari Raya Kuningan di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 11(1), 71–78. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v11i1.332

Yanchevskaya, N. (2019). Contemplating Eternity: On Time, Death, and Timelessness in Ancient. Harvard University.

Yudhiarsana, I. M. A., Sudiana, I. G. N., & Girinata, I. M. (2019). The Implementation of the Wariga Dewasa On Pañca Yajña Ceremony In Mataram City. Vidyottama Sanatana: International Jorunal of Hindu Science and Religious Studies, 3(2), 158–164. http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/IJHSRS/issue/archive

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Gupta, G. E. K. (2026). Kosmologi Waktu Umat Hindu: Mengapa Upacara Kuningan Harus Selesai Sebelum Tengah Hari? Perspektif Teo-Astronomi Hindu. Sphatika: Jurnal Teologi, 17(1), 65–80. https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6357

Terbitan

Bagian

##section.default.title##