Tradisi Meboros Kidang Terkait Pujawali Di Pura Desa Busungbiu Kabupaten Buleleng (Kajian Proses, Nilai, Dan Fungsi)

(Kajian Proses, Nilai, dan Fungsi)

Penulis

  • I Made Arya Wardika Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6108

Abstrak

Tradisi Meboros Kidang merupakan salah satu tradisi lisan religius yang masih lestari dan dilaksanakan oleh masyarakat Desa Busungbiu, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian integral dari rangkaian upacara Pujawali di Pura Desa. Tradisi ini berakar dari sejarah berdirinya Pura Puseh Desa Busungbiu dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta manifestasi bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan Tradisi Meboros Kidang, mengkaji nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan fungsi sosial dan religius tradisi tersebut bagi masyarakat pendukungnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori struktural fungsionalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tradisi Meboros Kidang memiliki tahapan ritual yang sakral, dimulai dari paruman desa, upacara ngajit, hingga prosesi perburuan kidang yang dilaksanakan dengan aturan adat yang ketat. Tradisi ini mengandung nilai religius, etika, magis, dan kepercayaan yang berfungsi sebagai sarana penyucian secara sekala dan niskala. Selain itu, Tradisi Meboros Kidang berfungsi memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan sikap gotong royong, serta mempererat hubungan antar krama desa melalui praktik ngayah. Dengan demikian, Tradisi Meboros Kidang tidak hanya berperan sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang relevan bagi kehidupan masyarakat Hindu di Bali.

Kata Kunci: Tradisi Meboros Kidang, Prosesi, Nilai, Fungsi

 

Referensi

Brahmandika, P. G. (2025). Pendekatan Antropologi Linguistik Balinese Ritual Discourse. Cakrawala: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.

Dahlan, M. (2023). Tradisi Ngayah pada Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science, 7(3), 112–116.

Damayanti, K., & Yuwanti, S. (2022). Mesatua, Budaya Bali yang Perlu Dilestarikan. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 18(3), 192–199.

Devi, K. S., Gunawijaya, I. W. T., & Heriyanti, K. (2025). Kajian Teologi Hindu Tradisi Maboros Kidang Serangkaian Piodalan di Pura Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Jnanasiddhanta: Jurnal Teologi Hindu, 7(1), 1–12.

Hasanah, L. U., & Andari, N. (2021). Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat. Jurnal Ilmiah Fonema, 4(1), 48–66.

Kiswara, K. A. T. (2021). Pendidikan Yoga dalam Tradisi Meboros di Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan.

Mubayanah, S. (2024). Transformasi Makna Ritual dalam Masyarakat Tradisional dan Modern. Gahwa: Jurnal Pendidikan Agama Islam.

Pritania, N., & Sandora, L. (2024). Pendekatan Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Upaya Melestarikan Tradisi Kenduri Sko Masyarakat Kerinci. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta’limat, Budaya, Agama dan Humaniora, 28(1), 76–86.

Purnami, D. A. D., Maharani, N. K. T., & Lasmawan, I. W. (2023). Character Values in Maboros Kidang Tradition in Busungbiu Village. Proceedings of the 5th International Conference on Law, Social Sciences and Education (ICLSSE 2023).

Raffi, A., Zulaikha, M. C., Irmawati, & Fatah, A. (2026). Tradisi Prasah sebagai Perekat Solidaritas Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural di Desa Sidigede, Jepara. Jurnal Pendidikan IPS, 16(1).

Sudikan, S. Y. (2017). Metode penelitian sastra lisan. Pustaka Larasan.

Suwendra, I. W. (2018). Metodologi penelitian kualitatif dalam ilmu sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Nilacakra.

Widana, I. G. K. (2022). Tradisi ritual dan pembentukan solidaritas sosial masyarakat Bali. Jurnal Humaniora, 34(1), 45–58. https://doi.org/10.22146/jh.69321

Wirawan, I. W. A. (2022). The Oral Traditions as Communication Media in Transforming Religious Culture Values at Bali-Hindu Community. Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu, 4(2).

Yusuf, M. (2017). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.

Dahlan, M. (2023). Tradisi Ngayah pada masyarakat Bali. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science, 7(3), 112–116. https://doi.org/10.36653/jksb.v7i3.177

Data artikel ini tercatat pada laman jurnal dengan volume 7 nomor 3, halaman 112–116, dan DOI resmi.

Permana, I. D. G. D. (2024). Gotong royong pada masyarakat Hindu Bali sebagai pedoman menyongsong era Society 5.0. Widya Katambung: Jurnal Filsafat Agama Hindu, 15(2), 30–46.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Wardika, I. M. A. (2026). Tradisi Meboros Kidang Terkait Pujawali Di Pura Desa Busungbiu Kabupaten Buleleng (Kajian Proses, Nilai, Dan Fungsi): (Kajian Proses, Nilai, dan Fungsi). Sphatika: Jurnal Teologi, 17(1), 127–141. https://doi.org/10.25078/sphatika.v17i1.6108

Terbitan

Bagian

##section.default.title##