TRANSFORMASI TUTUR TARU PRAMANA KE DALAM FRAGMENTARI SOLAH TUTUR TARU PRAMANA
DOI:
https://doi.org/10.25078/sphatika.v16i2.4937Kata Kunci:
Transformasi, tutur, fragmentari, adaptasi, modifikasi.Abstrak
Tutur Taru Pramana merupakan salah satu naskah klasik yang menceritakan tentang berbagai jenis tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat-obatan herbal. Dalam Tutur Taru Pramana sesungguhnya merupakan teks tutur yang mendeskripsikan dialog antar tokoh yang terdapat dalam teks, seperti misalnya terdapat tokoh Sang Prabhu Mpu Kuturan yang merupakan seorang dukun sakti yang memiliki ilmu berbicara terhadap tumbuh-tumbuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi karya sastra tutur menjadi seni pertunjukan fragmentari, sebagai bentuk adaptasi dan modifikasi karya sastra ke dalam media pertunjukan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pembacaan, terjemahan, dan metode simak, menggunakan teknik mencatat, penerjemahan langsung, transkripsi, dan teknik wawancara. Data dianalisis dengan metode kualitatif yang didukung dengan teknik deskriptif-analitik, serta dianalisis menggunakan teori teori transformasi atau alih wahana Sapardi Djoko Damono. Hasil analisis disajikan dengan metode formal dan informal, dengan teknik deduktif dan induktif.
Hasil dari penelitian mengenai Tutur Taru Pramana berupa proses transformasi dari Tutur Taru Pramana ke dalam Fragmentari Solah Tutur Taru Pramana yang mengalami pengurangan, penambahan, dan modifikasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi dalam penelitian yang serupa dan dapat menciptakan rasa syukur terhadap lingkungan, empati kepada sesama, dan upaya menjaga keseimbangan ekosistem tanaman.
Kata kunci: Transformasi, tutur, fragmentari, adaptasi, modifikasi.
Referensi
Adnyana, Putu Eka Sura. 2021. Sosiologi Lingkungan Dalam Lontar Taru Pramana: Manusia, Lingkungan, Dan Pengobatan Tradisional Bali. Jurnal Yoga dan Kesehatan Jurusan Yoga Kesehatan, 4(1): hlm.50-61.
Arsana, I Nyoman. 2019. “Keragaman Tanaman Obat dalam Lontar “Taru Pramana” dan Pemanfaatannya untuk Pengobatan Tradisional Bali”. Bali: Universitas Hindu Indonesia.
Budiastika, I Made. 2022. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kehidupan. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Damono, Sapardi Djoko. 2023. Alih Wahana. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Prasista, Ni Putu Putri. 2022. “Transformasi Tokoh I Cupak Dari Geguritan Cupak Grantang Ke Dalam Film Cupak Grantang: Analisis Psikologi Sastra” (skripsi). Denpasar: Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.
Ratna, I Nyoman Kutha. 2020. Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Pustakata Jaya.
Zoetmulder, dan S. O. Robson. 2006. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Zoetmulder, PJ. 1985. Kalangwan Sastra Jawa Kuna Selayang Pandang. Cetakan ke-2. Jakarta: Djambatan.









