STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA SUBAK UMA LAMBING SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALAM DI DESA SIBANG KAJA, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG
Abstrak
Subak Uma Lambing di Desa Sibang Kaja memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata berbasis ekowisata, namun pengembangannya saat ini belum dilakukan secara profesional dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal serta eksternal dan merumuskan strategi pengembangan yang tepat guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan subak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak pengelola dan masyarakat, studi dokumentasi, serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT dengan memetakan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Ekowisata Subak Uma Lambing terletak pada panorama alam persawahan yang asri serta sistem irigasi tradisional subak yang otentik sebagai warisan budaya. Namun, ditemukan kendala berupa keterbatasan sarana prasarana pendukung pariwisata dan strategi promosi yang masih bersifat konvensional. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi optimalisasi konten promosi berbasis digital, penguatan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam manajemen ekowisata, serta perlindungan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi lahan melalui regulasi yang ketat. Melalui implementasi strategi tersebut, diharapkan pengelolaan Ekowisata Subak Uma Lambing dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi positif bagi kesejahteraan warga setempat tanpa merusak integritas lingkungan dan nilai-nilai budaya.
Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Ekowisata, Subak Uma Lambing, Analisis SWOT
Unduhan
Referensi
Ardiansyah, I., & Maulida, R. G. (2020). Pengembangan daya tarik wisata alam berbasis potensi lokal.
Jurnal Pariwisata, 7(2), 45–56.
Asmoro, A. Y., Choirunnisa, D., & Karmilah, M. (2020). Aktivitas wisata dalam pengembangan destinasi berbasis pengalaman. Jurnal Kepariwisataan, 14(1), 22–33.
Buhalis, D.2000. The Competitive Destination Marketing the Competitive Destination of The Future.
Tourism Management, 21(1), 97-116.
Butler, R. W. (1980). The concept of a tourist area cycle of evolution: Implications for management of resources. The Canadian Geographer, 24(1), 5–12.
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi. Yogyakarta, Indonesia: Pusat Studi Pariwisata UGM.
Dewi, M. H. U. (2017). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 11(2), 117–128.
Direktorat Jenderal Pariwisata. (1995). Pedoman pengembangan ekowisata. Jakarta, Indonesia: Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi.
Fandeli, C. (2000). Pengertian dan konsep dasar ekowisata. Yogyakarta, Indonesia: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Giampiccoli, A. (2020). Community-based tourism, local culture and sustainability. Tourism Review, 75(1), 1–12.
Gunayasa, I. N. (2021). Peran masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Jurnal Ilmiah Pariwisata, 26(2), 123–134.
Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. New York, NY: Van Nostrand Reinhold.
Karmilah, M., & Choirunnisa, D. (2021). Pengembangan paket wisata berbasis ekowisata. Jurnal Destinasi Pariwisata, 9(1), 15–25.
Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.
Sudika, I. N., Putra, I. N. D., & Suryawan, I. B. (2022). Pengembangan Subak Uma Lambing sebagai ekowisata berbasis budaya di Desa Sibang Kaja. Jurnal Destinasi Pariwisata, 10(1), 88–97.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Utami, D. M. (2017). Analisis potensi dan strategi pengembangan daya tarik wisata alam. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 12(1), 25–34.

