DIMENSI TATA KELOLA ADAT DALAM PARIWISATA BUDAYA: TINJAUAN LITERATUR KOMPARATIF ENAM KASUS DI INDONESIA

Authors

  • Ida Ayu Kartika Maharani
  • Putu Ayu Ossi Widiari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Keywords:

cultural tourism, customary governance, community-based tourism

Abstract

Research on community-based cultural tourism in Indonesia is scattered across single-case studies, each using a different theoretical framework, which makes them difficult to compare even though they address a similar phenomenon: how customary (adat) authority governs cultural tourism in its territory. This article reads six case studies published between 2023 and 2025 side by side, each from a different cultural region: Kampung Naga (West Java), Cipancar Village (West Java), Pura Lingsar (West Lombok), Nagari Sijunjung (West Sumatra), Desa Adat Legian (Bali), and Kampung Saribu Gonjong (West Sumatra), as a comparative case review rather than a formal methodological synthesis. The six studies are read not to rank or judge which case is most successful, but to map two descriptive patterns along which customary authority appears to operate differently across the original studies' own reports: the source of leadership legitimacy and the form of restriction placed on commercialization. The article also raises one observation that should be read as a pattern worth testing further, not a proven finding: governance reporting depth varies sharply across the six source studies, and this unevenness may partly reflect each researcher's chosen theoretical framework rather than only a real difference in how institutionalized the studied communities actually are. The article concludes that the literature on adat-based cultural tourism in Indonesia would benefit from a minimal shared agreement on which governance elements future case studies should report, so that the framework-versus-institutional-reality question can be tested more directly with primary data.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, J., Budiarto, Sahara, L. S., & Darmawan, R. (2025). Ruwatan Bumi Cipancar: Strategi pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal. Journal of Tourism and Economic (JTEC), 8(2), 208-218.

Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation's place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213-235.

Darmaya, I. W. (2026). Pemberdayaan pecalang dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Adat Pemuteran, Bali: Perspektif sosio-legal. Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu, 7(1), 134-145.

Ermayanti, Rahman, F., Indrizal, E., Irwandi, A., & Alyan, R. A. (2024). Kampung Saribu Gonjong: Pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Limapuluh Kota. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(3), 2273-2287.

Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. Polity Press.

Mardika, I. N. (2022). Peran serta desa adat Bali dalam pembangunan dan pemulihan pariwisata Bali pasca Covid-19. Jurnal Pacta Sunt Servanda, 3(2), 78-84.

Prasetyo, D. A., & Syafrini, D. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata budaya di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung Sumatera Barat. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 6(1), 47-57.

Prathama, A. A. G. A. I. (2022). Hakekat hukum desa adat Bali sebagai subjek hukum dalam pengelolaan pariwisata budaya. Jurnal Meta-Yuridis, 5(2), 30-41.

Rama, B. G. A., Arsawati, N. N. J., Kurniawan, I. G. A., & Mahadewi, K. J. (2025). Optimalisasi fungsi desa adat dalam tata kelola lingkungan berkelanjutan di Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan (JERKIN), 3(4), 2862-2867.

Rama, I. W. A., Budiartha, I. N. P., & Sudibya, D. G. (2022). Eksistensi awig-awig Desa Adat Legian dalam melestarikan pariwisata budaya pada era globalisasi (Studi kasus di Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung). Jurnal Analogi Hukum, 4(2), 167-171. https://doi.org/10.22225/ah.4.2.2022.167-171

Rinjani, Q., Anindy, R. C., & Wijayanti, I. (2024). Peran modal sosial dalam pengembangan pariwisata budaya pada tradisi Perang Topat di Pura Lingsar, Lombok Barat. Jurnal Nawasena, 3(2), 24-32.

Ristini, N. K., & Citra, M. E. A. (2022). Peranan desa adat dalam pengembangan desa wisata di Desa Penglipuran. Jurnal Hukum Mahasiswa, 2(2), 444-457.

Soeswoyo, D. M., Nurbaeti, & Gunawijaya, J. (2024). Budaya sistem organisasi sosial dan perannya dalam pengembangan kepariwisataan di Kampung Naga. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 15(1), 51-61.

Suardana, I. W. (2023). Pemberdayaan desa adat dalam pelestarian kearifan lokal menuju pembangunan pariwisata budaya di Kabupaten Tabanan. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 23(1), 63-70.

Sudibya, D. G., Mulyawati, K. R., Dewi, P. A. S. P., & Permatasari, I. D. A. D. (2024). Peranan desa adat dalam upaya filterisasi budaya guna melestarikan pariwisata budaya di Desa Adat Legian, Kabupaten Badung. Kertha Wicaksana: Sarana Komunikasi Dosen dan Mahasiswa, 18(1), 12-19.

Widjaya, I. G. N. O., Mirayani, N. K. S., Pratama, I. P. A. A. P., & Wijana, P. A. (2025). Identifikasi potensi plural tourism di Desa Adat Denpasar, Kota Denpasar, Bali. JRT (Journal of Responsible Tourism), 5(1), 549-558.

Downloads

Published

2026-10-10

How to Cite

Maharani, I. A. K., & Widiari, P. A. O. (2026). DIMENSI TATA KELOLA ADAT DALAM PARIWISATA BUDAYA: TINJAUAN LITERATUR KOMPARATIF ENAM KASUS DI INDONESIA. PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH PARIWISATA AGAMA DAN BUDAYA, 11(2), 165–175. Retrieved from https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/parbud/article/view/7528

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.