TAFSIR AGAMA DAN OTORITAS DALAM ERA ALGORITMA

Penulis

  • Ida Bagus Gde Yudha Triguna Universitas Hindu Indonesia https://orcid.org/0000-0001-5876-1142
  • Ida Bagus Gede Subawa Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • Susilo Edi Purwanto Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja

DOI:

https://doi.org/10.25078/anubhava.v6i1.6006

Kata Kunci:

tafsir agama, otoritas keagamaan, algoritma, media digital, literasi keagamaan digital

Abstrak

Artikel ini mengkaji transformasi tafsir agama dan otoritas keagamaan dalam era algoritma media sosial. Secara historis, otoritas tafsir agama dilegitimasi melalui institusi, tradisi keilmuan, dan struktur hierarkis. Namun, perkembangan platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram telah menggeser pola tersebut dengan memungkinkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan tafsir keagamaan berdasarkan logika viralitas dan keterlibatan audiens. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan, artikel ini memadukan teori otoritas, logika media, dan masyarakat jaringan untuk menganalisis dinamika tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa algoritma berperan sebagai gatekeeper baru yang mendorong fragmentasi tafsir, komodifikasi spiritualitas, serta krisis otoritas religius. Di sisi lain, era digital juga membuka peluang bagi lahirnya tafsir kolektif dan kolaboratif yang bersifat dialogis dan lintas iman. Artikel ini menegaskan pentingnya literasi keagamaan digital sebagai prasyarat untuk menjaga integritas tafsir agama dan membangun otoritas religius yang reflektif dan bertanggung jawab di tengah kebisingan digital.

Referensi

Altheide, D. L. (2004). Media Logic and Political Communication. Political Communication, 21(3), 293–296. https://doi.org/10.1080/10584600490481307

Azra, A. . (2004). The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia : Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern “Ulamā” in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. BRILL.

Bosch, M. D., & Gauxachs, A. S. (2023). Authority, Religion, and Media. In The Handbook on Religion and Communication (pp. 469–485). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119671619.ch30

Bourdieu, Pierre. (1993). Language and Symbolic Power. Harvard University Press.

Bucher, T. (2018). If...Then: Algorithmic Power and Politics. Oxford University PressNew York. https://doi.org/10.1093/oso/9780190493028.001.0001

Campbell, H. A., & Evolvi, G. (2020). Contextualizing current digital religion research on emerging technologies. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(1), 5–17. https://doi.org/10.1002/hbe2.149

Campbell, H. (2010). When Religion Meets New Media : Media, Religion and Culture. Taylor & Francis.

Castells, Manuel. (2000). The rise of the network society. Blackwell Publishers.

Creswell, J. W. . (2013). Qualitative inquiry and research design: choosing among five approaches. Sage Publications.

Eisenlohr, P. (2022). Atmospheric resonance: sonic motion and the question of religious mediation. Journal of the Royal Anthropological Institute, 28(2), 613–631. https://doi.org/10.1111/1467-9655.13662

Evolvi, G. (2021). Religion, New Media, and Digital Culture. In Oxford Research Encyclopedia of Religion. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780199340378.013.917

Gauthier, F., & Martikainen, Tuomas. (2016). Religion in consumer society : brands, consumers and markets. Routledge.

Gillespie, T. (2014). The Relevance of Algorithms. In Media Technologies (pp. 167–194). The MIT Press. https://doi.org/10.7551/mitpress/9780262525374.003.0009

Hoover, S. M. . (2016). The media and religious authority. The Pennsylvania State University Press.

Hosen, N. (2019). Challenging Traditional Islamic Authority: The Impact of Social Media in Indonesia. Proceedings of International Conference on Da’wa and Communication, 1(1), 84–100. https://doi.org/10.15642/icondac.v1i1.280

Kuntowijoyo. (2001). Muslim tanpa masjid : esai-esai agama, budaya, dan politik dalam bingkai strukturalisme transendental. Mizan.

Majid, Nurcholish. (2003). Islam agama kemanusiaan : membangun tradisi dan visi baru Islam Indonesia. Yayasan Wakaf Paramadina.

Pratiwi, P. S., Seytawati, M. P., Hidayatullah, A. F., Ismail, I., & Tafsir, T. (2021). Moderasi Beragama dan Media Sosial (Studi Analisis Konten Instagram & Tik-Tok). Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 6(1), 83. https://doi.org/10.29240/jdk.v6i1.2959

Triguna, I. B. G. Y. (2025). Teori tentang Simbol: Dari Klasik hingga Kontemporer (I. W. Teguh, Ed.; Revisi). Pustaka Larasan.

Triguna, I. B. G. Yudha. (2017). Budaya inspiratif dan pembangunan karakter : bunga rampai pemikiran tentang agama dan kebudayaan. Pascasarjana, Universitas Hindu Indonesia.

Weber, Max., Henderson, A. M. ., & Parsons, Talcott. (2012). The theory of social and economic organization. Martino Publishing.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31