Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasca Pandemi Covid-19 Di Desa Wisata Jatiluwih

Penulis

  • I Gusti Putu Budi Arta Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Nengah Lestawi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Nyoman Alit Putrawan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/anubhava.v6i1.4579

Kata Kunci:

Integrated Marketing Communication, Tourism Attractiveness, Jatiluwih Village, Post-COVID-19 Tourism , Tri Hita Karana

Abstrak

Sistem subak memberikan ruang kepada sekaa subak untuk memanfaatkan mata air yang dipergunakan secara merata oleh semua petani yang ada di wilayah Desa Jatiluwih. Secara religiusitas masyarakat setempat kerap kali mengkombinasikan bentuk usaha yang memanfaatkan lahan dengan bentuk wisata yang disajikan di Desa Jatiluwih adalah pertujukan atau teater kehidupan sosial budaya Bali. Belakangan telah terjadi penambahan wisata-wisata baru yang melengkapi keberadaan DTW Jatiluwih, seperti halnya tracking dan bersepeda keliling desa. Hal ini menarik untuk dikaji dalam ruang ilmiah sebagai upaya mengkombinasikan tradisi tradisional dan moderan yang menjadi daya Tarik pariwisata, melalui permasalahan bagaimana Bentuk Pariwisata di Desa Jatiluwih? Bagaimana Strategi Pemasaran Terpadu dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata di Desa Jatiluwih? Bagaimana Implikasi Strategi Pemasaran Terpadu dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata di Desa Jatiluwih?

Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif serta mempergunakan teori Teori Komunikasi Interpersonal dan Teori Manajemen Pemasaran sebagai pisau bedah permasalah yang dihadapi, jenis data yang diklasifikasikan menjadi data primer dan skunder melalui penentuan informan secara purposive serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi yang disajikan dalam bentuk deskripsi.

Hasil Penelitan meliputi: 1). Bentuk pariwisata di Desa Jatiluwih dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk pariwisata meliputi: 1). Pariwisata Budaya merupakan potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Jatiluwih; 2) Pariwisata berbasis Palemahan/ Lingkungan merupakan bentuk wisata lain seperti jogging track dan bersepeda untuk menikmati hamparan sawah; 2) Strategi pemasaran terpadu dalam pengembangan daya Tarik Wisata Desa Jatiluwih dilaksanakan dalam berbagai sek                 tor, meliputi: 1). Media Advertising, 2). Direct Marketing, 3) Personal Selling, dan 4)  Public Relations; 3). Implikasi yang ditimbulkan dari perkembangan Pariwisata di DTW Jatiluwih dapat dijelaskan sebagai berikut: 1). Implikasi terhadap Perekonomian Masyarakat; 2). Implikasi terhadap Subak Desa Jatiluwih; 3). Implikasi terhadap Religiusitas Masyarakat Desa Jatiluwih; 4). Implikasi terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Jatiluwih terjadi karena organisasi kemasyarakatan Desa Jatiluwih ada dan berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pemasaran Terpadu, Pengembangan Pariwisata

Referensi

Ardika, I Wayan. 2007. Kebudayaan Lokal, Multikultural, dan Politik Identitas dalam Releksi Hubungan Antaretnisantara Kearifan Lokal dengan Warga Cina di Bali. Available from http://elka.umm.ac.id/artikel14.htm.

Aryani, I. D., & Murtiariyati, D. (2022). Instagram Sebagai Media Promosi Dalam Meningkatkan Jumlah Penjualan Pada aDa Souvenir Project. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 2(2), 466-477.

Ashrama, Baratha. 2004. Pariwisata Budaya dan Tri Hita Karana (makalah). Denpasar.

Dellamita, M. F., Achmad Fauzi, D. H., & Yulianto, E. (2014). Penerapan personal selling (penjualan pribadi) untuk meningkatkan penjualan. studi pada pt adira quantum multifinance point of sales (pos) dieng computer square Malang. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)(Online), 9(2).

Effendy, O. U. (2011). Ilmu komunikasi teori dan praktek.

Effendy, Onong Uchjana. 2006. Hubungan Masyarakat Suatu Study Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mardikaningsih, R., & Darmawan, D. (2012). Studi Tentang Karakteristik Individu, Kepemimpinan, Kompensasi, Organizational Citizenship Behavior, dan Budaya Organisasi untuk Membentuk Kepuasan Kerja dan Kinerja. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(2), 7-25.

Morrisan, M. A. (2015). Periklanan komunikasi pemasaran terpadu. Kencana.

Nasikun. 1995. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Pantiyasa, I. W., & Darsana, I. M. (2023). Pengembangan Wisata Berkelanjutan Di Jatiluwih Tabanan Bali: Analisis Swot Dan Strategi Pengelolaan. Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 5(2), 62-77.

Paradina, D., Mahadewi, N. M. E., & Wiarti, L. Y. (2021). Strategi Pemasaran Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali Pada Era New Normal. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP), 4(1), 13-22.

Prasiasa, D. P. O. (2016). DISKURSUS PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA WISATA JATILUWIH KABUPATEN TABANAN. Prosiding, 117-148.

Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi. Perspektif, Ragam, dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta.

Sumadi, Ketut. 2008. Kepariwisataan Indonesia Sebuah Pengantar. Denpasar : Sari Khayangan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31