Penyuluhan dan Penanaman Tanaman Obat Temulawak Di UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara
DOI:
https://doi.org/10.25078/sevanam.v4i1.4778Kata Kunci:
Curcuma xanthorriza, penyuluhan, tanaman obatAbstrak
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman obat yang dinobatkan sebagai tanaman obat unggulan Indonesia. Tanaman ini memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam menjaga fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memperbaiki sistem pencernaan. Namun, pemanfaatannya dalam layanan kesehatan primer masih terbatas akibat kurangnya pemahaman tenaga kesehatan mengenai manfaat, kandungan zat aktif, serta cara pengolahan dan budidayanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas I Denpasar Utara melalui penyuluhan dan praktik penanaman serta pengolahan temulawak menjadi simplisia. Metode yang digunakan mencakup pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 75% peserta memperoleh nilai 100 setelah penyuluhan. Ekspektasi peserta terhadap kebermanfaatan penyuluhan meningkat dari 86,4% menjadi 90%, sementara tingkat kepuasan terhadap materi mencapai 91,36%. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Ke depan, perlu dikembangkan modul edukasi yang lebih aplikatif serta sesi praktik lanjutan guna memastikan implementasi ilmu yang telah diberikan dalam layanan kesehatan primer.
Unduhan
Referensi
Adi, E. B. M., & Mulyaningsih, E. S. (2019). The Effects of Fertilizer Treatment, Rhizome Seed Size, and Day of Harvest In Java Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 3(2), 91–97. https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v3i2.49
Daru, T., Abdassah B, M., & Subarnas, A. (2019). Bahan Dasar Sediaan Kosmetik Bedak Pelindung Kulit Wajah dari Pati Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb). Jste, 1(2), 147–161. Retrieved from http://www.ejournal.umbandung.ac.id/index.php/
Dewi, R. A. E. P., & Sabarani, L. C. (2023). Gambaran Pengetahuan Ibu-Ibu PKK Tentang Jamu Temulawak Sebagai Anti Kanker Payudara. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 1(3), 85–97.
Fahrurrozhi, A., & Kurnia, H. (2024). Memahami Kekayaan Budaya dan Tradisi Suku Bali di Pulau Dewata yang Menakjubkan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 2(1), 39–50. https://doi.org/10.61476/6635J851
Haba, F. S., Purnama, M. M. E., & Mau, A. E. (2022). Keanekaragaman Jenis Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Di Hutan Penelitian Bu’At So’E, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wana Lestari, 4(01), 182–193. https://doi.org/10.35508/wanalestari.v6i01.8041
Ismiyati, I., Mardiyaningsih, A., & Purwanti, S. (2019). Pengembangan Formula Es Krim Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Sebagai Sediaan Pangan Fungsional Melalui Substitusi Lemak Santan Kelapa. Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 16(1), 1. https://doi.org/10.12928/mf.v16i1.13265
Khalid, G. S., Hamrah, M. H., Ghafary, E. S., Hosseini, S., & Almasi, F. (2021). Antibacterial and antimicrobial effects of xanthorrhizol in the prevention of dental caries: A systematic review. Drug Design, Development and Therapy, 15, 1149–1156. https://doi.org/10.2147/DDDT.S290021
Kustina, E., Zulharmita, & Misfadhila, S. (2020). Traditional uses, phytochemistry and pharmacology of Ficus religiosa: A review. Journal of Ethnopharmacology, 134(3), 565–583.
Rahimi, K., Hassanzadeh, K., Khanbabaei, H., Haftcheshmeh, S. M., Ahmadi, A., Izadpanah, E., Sahebkar, A. (2020). Curcumin: A Dietary Phytochemical for Targeting the Phenotype and Function of Dendritic Cells. Current Medicinal Chemistry, 28(8), 1549–1564. https://doi.org/10.2174/0929867327666200515101228
Sari, N., & Andjasmara, T. C. (2023). Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat. Jurnal Bina Desa, 5(1), 124–128. https://doi.org/10.15294/jbd.v5i1.41484
Sihombing, A. T. M., & Banke, R. (2023). Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia. Jurnal Ilmiah Simantek, 7(1), 7–15.
Simamora, A., Timotius, K. H., Yerer, M. B., Setiawan, H., & Mun’im, A. (2022). Xanthorrhizol, a potential anticancer agent, from Curcuma xanthorrhiza Roxb. Phytomedicine, 105, 154359. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2022.154359
Yanti, L. N., Purba, A. V., & Djamil, R. (2019). Pengembangan Sediaan Krim Pencerah Kulit dari Kombinasi Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) dan Ekstrak Biji Kacang Kedelai (Gl ycine Max (L.) Merill). Buletin Penelitian Kesehatan, 47(1), 55–66. https://doi.org/10.22435/bpk.v47i1.1385
Yasacaxena, L. N. Y., Defi, M. N., Kandari, V. P., Weru, P. T. R., Papilaya, F. E., Oktafera, M., & Setyaningsih, D. (2023). Review: Extraction of Temulawak Rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and Activity As Antibacterial. Jurnal Jamu Indonesia, 8(1), 10–17. https://doi.org/10.29244/jji.v8i1.265
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.