Tantangan Dan Strategi Pengembangan Subak Sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan di Desa Pandak Gede Kabupaten Tabanan

Penulis

  • I Wayan Wiwin Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
  • Indrawati Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Komang Irma Trisnadewi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Gusti Ayu Dewi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Hawani Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sevanam.v4i1.4036

Kata Kunci:

Subak, Wisata Pedesaan, Pengembangan Desa Wisata, Pariwisata Berkelanjutan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan subak sebagai daya tarik wisata pedesaan di Desa Pandak Gede, Kabupaten Tabanan, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Subak, sebagai sistem irigasi tradisional yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, memiliki nilai historis, sosial, dan ekologis yang tinggi. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data dari observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subak di Desa Pandak Gede memiliki potensi besar sebagai objek wisata karena keunikan budaya dan lanskapnya yang indah. Namun, terdapat tantangan signifikan dalam pengembangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyarankan strategi pengembangan yang melibatkan partisipasi masyarakat, penguatan kerjasama dengan pemerintah, dan promosi berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan pengembangan subak sebagai daya tarik wisata pedesaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali dan pelestarian budaya lokal.

Kata kunci: Subak, Wisata Pedesaan, Pengembangan Desa Wisata, Pariwisata Berkelanjutan

Unduhan

Referensi

Adnyana, I. W. (2018). Tantangan Pengembangan Subak Sebagai Daya Tarik Wisata di Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Ardika, I. Wayan. (2013). Subak: Warisan Budaya Dunia dari Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Candranegara, I Made Wimas, dkk (2024). Subak: Potensi, Peluang dan Tantangan Menjadi Kawasan Ekowisata. Denpasar: Warmadewa University Press.

Febrianto, Muh. Marsiti, Cokorda Istri Raka. Daniati (2021). Identifikasi Potensi Subak Sambangan Sebagai Daya Tarik Ekowisata di Desa Sambangan. Jurnal Bosaparis, Vol.12 No. 3, November 2021.

Gannon, A. (1994). Rural tourism as a factor in rural community economic development for economies in transition. Journal of Sustainable Tourism, 2(1-2), 51-60.

Lane, B. (1994). What is rural tourism?. Journal of Sustainable Tourism, 2(1-2), 7-21.

Nugraha, Alif Rachman. Suryasih, Ida Ayu (2017). Partisipasi Masyarakat dalam Mengembangkan Subak Lodtunduh sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata Vol. 5 No. 1.

Oppermann, M. (1996). Rural Tourism in Southern Germany. Annals of Tourism Research, 23(1), 86-102.

Pitana, I. G. (2009). Pariwisata dan Budaya di Bali: Tantangan dan Peluang. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Pradana, I. M. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Wisata Subak di Bali. Journal of Rural Development, 2(3), 45-56.

Pratama, I. N. (2018). Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Bali. Denpasar: Bali Tourism Research Journal.

Sharpley, R., & Sharpley, J. (1997). Rural Tourism: An Introduction. London: International Thomson Business Press.

Sutawa, G. K. (2012). Subak sebagai Warisan Budaya Dunia dan Pengembangannya dalam Pariwisata. Denpasar: Bali Tourism Research Journal.

Sutawa, G. K. (2012). Issues on Bali Tourism Development and Community Empowerment to Support Sustainable Tourism Development. Procedia Economics and Finance, 4, 413-422.

UNESCO. (2012). Cultural Landscape of Bali Province: The Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy. UNESCO World Heritage Centre.

Vipriyanti, Nyoman Utari, dkk (2023). Mengenal Warisan Lanskap Budaya Dunia Subak di Bali: Isu Strategis dan Peluang Pengembangan. Yogyakarta: Deepublish.

Widari, Dewa Ayu Diah Sri (2021). Dampak Pengelolaan Warisan Budaya Subak Jatiluwih Sebagai Daya Tarik Wisata Terhadap Lingkungan. Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata, Vol 2 No. 1, November 2021.

Wiranatha, A. S. (2007). Pengembangan Pariwisata Pedesaan di Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Wiranatha, A. S. (2014). Wisata Edukasi Berbasis Subak: Upaya Pelestarian Budaya dan Ekologi di Bali. Journal of Sustainable Tourism, 22(7), 1045-1061.

Unduhan

Diterbitkan

31-03-2025

Cara Mengutip

Wiwin, I. W., Indrawati, N. M. D. ., Trisnadewi, K. I., Lestari, I. G. A. D., & Hawani, N. P. I. (2025). Tantangan Dan Strategi Pengembangan Subak Sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan di Desa Pandak Gede Kabupaten Tabanan. Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 13–23. https://doi.org/10.25078/sevanam.v4i1.4036

Terbitan

Bagian

Articles
Abstrak viewed = 1 times