BUDAYA BELAJAR DIGITAL DAN NEGOSIASI NILAI-NILAI MORAL: ANALISIS ENCODING DAN DECODING ATAS PENGGUNAAN BLOOKET DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU

Penulis

  • Ni Luh Arinata Krista Dewi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ida Bagus Ketut Tresna Manuaba Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Kata Kunci:

Budaya Belajar Digital, Negosiasi Nilai-Nilai Moral, Analisis Encoding Dan Decoding

Abstrak

Penelitian ini menelaah bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Hindu berbasis Blooket membentuk negosiasi nilai moral dan pemahaman etis siswa dalam budaya belajar digital. Perubahan arah pembelajaran ke ranah gamifikasi membuat cara siswa berinteraksi dengan ajaran moral mengalami pergeseran, dari pola yang berpusat pada ceramah menuju pengalaman belajar yang dipenuhi kompetisi, hiburan, dan respons cepat. Dengan pendekatan kualitatif interpretatif, penelitian ini memadukan gagasan Hall tentang proses penyampaian dan penafsiran pesan dengan pemikiran Bourdieu mengenai habitus dan arena untuk memahami bagaimana guru mengemas nilai Hindu dalam media digital serta bagaimana siswa menafsirkannya sesuai pengalaman mereka. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis interaksi di SMAN 1 Mengwi. Hasilnya menunjukkan bahwa Blooket berfungsi bukan hanya sebagai permainan edukatif, tetapi juga sebagai ruang budaya yang membentuk cara siswa memaknai dharma, kebaikan, dan tanggung jawab. Terdapat tiga pola pemahaman, yakni menerima pesan secara penuh, menegosiasikannya dengan pengalaman digital, dan menggesernya menjadi sekadar kompetisi. Temuan ini menegaskan bahwa belajar secara digital merupakan arena pembentukan makna yang dinamis, sehingga diperlukan kesadaran kritis agar media tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan etika sosial.

Referensi

Budiasa, I. M. (2025). New spiritual movements in Bali’s cyber mediascape: Social capital, identity, and power relations. In Heritage studies: Its challenge and respond towards a sustainable cultural development (pp. 19–46). Pustaka Larasan.

Chen, C.-M., & Hsu, S.-H. (2023). Exploring the effects of digital gamification on students’ learning motivation and moral reasoning in religious education. Computers & Education, 197, 104690. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2023.104690

Hall, S. (1980). Encoding/decoding. In S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Eds.), Culture, media, language (pp. 128–138). Routledge.

Priyanto, A., & Nugroho, H. (2022). Digital learning culture and moral formation in Indonesian schools: A critical reflection on gamified education. Journal of Educational Media Studies, 15(2), 45–61. https://doi.org/10.1080/educmedia.2022.158024

Rahmawati, D., & Suryana, E. (2023). Gamification in moral and character education: Negotiating ethics through digital play. Asia Pacific Journal of Education, 43(4), 679–694. https://doi.org/10.1080/02188791.2023.2220579

Wibowo, A., & Hartati, N. (2024). Teachers’ digital habitus in gamified learning: A study of pedagogical transformation in Indonesian high schools. Indonesian Journal of Educational Research, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.17509/ijer.v12i1.55280

Diterbitkan

30-05-2025

Cara Mengutip

Ni Luh Arinata Krista Dewi, & Ida Bagus Ketut Tresna Manuaba. (2025). BUDAYA BELAJAR DIGITAL DAN NEGOSIASI NILAI-NILAI MORAL: ANALISIS ENCODING DAN DECODING ATAS PENGGUNAAN BLOOKET DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU. Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies), 2(01), 38–45. Diambil dari https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/JKKB/article/view/5728
Abstrak viewed = 10 times