KOMUNIKASI KESEHATAN BERBASIS BUDAYA SPIRITUAL BALI: PERAN JERO BALIAN DALAM PENYAMPAIAN MAKNA PENYAKIT DAN PEMULIHAN

Penulis

  • Pande Mirah Dwi Anggreni Polres Badung, Bali, Indonesia

Kata Kunci:

komunikasi kesehatan, budaya spiritual Bali, Jero Balian, makna penyakit, penyembuhan

Abstrak

Komunikasi kesehatan dalam konteks Bali tidak semata-mata berkaitan dengan penyampaian informasi medis, tetapi juga mencakup proses sosial dan spiritual dalam memaknai penyakit serta pemulihan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konstruksi komunikasi kesehatan berbasis budaya dan spiritual di Bali melalui praktik Jero Balian sebagai mediator antara dimensi sekala (dunia fisik) dan niskala (ranah spiritual). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi, yang didasarkan pada telaah pustaka dan observasi kasus di komunitas Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi Jero Balian mengintegrasikan tiga bentuk utama, yaitu komunikasi verbal melalui mantra dan bahasa ritual, komunikasi nonverbal melalui gerak, simbol, serta tindakan sakral, dan komunikasi transendental melalui dialog spiritual antara manusia dengan kekuatan niskala. Ketiga bentuk ini berfungsi sebagai sistem komunikasi simbolik yang memaknai penyakit sebagai ketidakharmonisan spiritual dan penyembuhan sebagai upaya rekonstruksi keseimbangan kosmis. Penelitian ini menyiratkan bahwa komunikasi kesehatan berbasis budaya Bali bersifat holistik dan humanistik, serta menawarkan model alternatif terhadap praktik medis modern dengan menekankan harmoni antara dimensi fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam pemeliharaan kesehatan.

Referensi

Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.

Birdwhistell, R. L. (1970). Kinesics and context: Essays on body motion communication. University of Pennsylvania Press.

Carbaugh, D. (2005). Cultures in conversation. Lawrence Erlbaum Associates.

Connor, L. (2019). Healing, medicine and religion in Bali: Balinese traditions and global modernity. Routledge.

Covarrubias, M. (1972). Island of Bali. Alfred A. Knopf.

Dutta, M. J. (2008). Communicating health: A culture-centered approach. Polity Press.

Durkheim, É. (1912). The elementary forms of religious life. Free Press.

Eiseman, F. B., Jr. (1990). Bali: Sekala and niskala – Essays on religion, ritual, and art (Vol. I). Periplus Editions.

Frank, J. D., & Frank, J. B. (1993). Persuasion and healing: A comparative study of psychotherapy (3rd ed.). Johns Hopkins University Press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Hobart, M. (1996). The end of the world news: Ritual, time, and history in Balinese narrative. KITLV Press.

Hymes, D. (1972). Models of the interaction of language and social life. In J. Gumperz & D. Hymes (Eds.), Directions in sociolinguistics: The ethnography of communication (pp. 35–71). Holt, Rinehart and Winston.

Knapp, M. L., & Hall, J. A. (2010). Nonverbal communication in human interaction (7th ed.). Wadsworth Cengage Learning.

Lansing, J. S. (1995). The Balinese: Background of an Indonesian civilization. Wadsworth.

Lupton, D. (2012). Medicine as culture: Illness, disease and the body (3rd ed.). SAGE Publications.

Tambiah, S. J. (1985). Culture, thought, and social action: An anthropological perspective. Harvard University Press.

Titib, I. M. (2003). Teologi dan simbol-simbol dalam agama Hindu. Paramita.

Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Publishing.

Budiasa, I. M. (2025). New spiritual movements in Bali’s cyber mediascape: Social capital, identity, and power relations. In Heritage studies: Its challenge and respond towards a sustainable cultural development (pp. 19–46). Pustaka Larasan.

art. Periplus Editions.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. Basic Books.

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, mentalitet, dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.

Laclau, E., & Mouffe, C. (2001). Hegemony and socialist strategy: Towards a radical democratic politics (2nd ed.). Verso.

Lotman, Y. M. (1990). Universe of the mind: A semiotic theory of culture. Indiana University Press.

Peirce, C. S. (1931–1958). Collected papers of Charles Sanders Peirce (Vols. 1–8). Harvard University Press.

Piliang, Y. A. (2012). Semiotika dan hipersemiotika: Kode, gaya, dan matinya makna. Matahari.

Sarwono, S. W. (2004). Psikologi lintas budaya. Rajawali Pers.

Triandis, H. C. (1995). Individualism and collectivism. Westview Press.

Diterbitkan

30-05-2025

Cara Mengutip

Pande Mirah Dwi Anggreni. (2025). KOMUNIKASI KESEHATAN BERBASIS BUDAYA SPIRITUAL BALI: PERAN JERO BALIAN DALAM PENYAMPAIAN MAKNA PENYAKIT DAN PEMULIHAN. Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies), 2(01), 46–58. Diambil dari https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/JKKB/article/view/5722
Abstrak viewed = 7 times