ARTIKULASI WACANA DALAM KOMUNIKASI KELUARGA : ANALISIS DISHARMONI RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF LACLAU & MOUFFE
Kata Kunci:
komunikasi keluarga, , wacana, Laclau dan Mouffe, disharmoni rumah tanggaAbstrak
Disharmoni rumah tangga sering terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian antara perkataan dan perbuatan dalam hubungan pasangan suami istri. Ketegangan semacam ini tidak hanya mencerminkan kegagalan komunikasi, tetapi juga menunjukkan pertarungan makna yang dibentuk oleh struktur sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana artikulasi wacana dalam komunikasi keluarga membentuk dan memengaruhi terjadinya disharmoni rumah tangga dengan menggunakan kerangka teori wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis terhadap berita daring yang memuat konflik rumah tangga di Bali, penelitian ini menemukan bahwa disharmoni kerap muncul akibat persinggungan antara wacana tradisional yang menekankan kepatuhan, hierarki, dan nilai-nilai patriarkal dengan wacana modern yang menonjolkan kesetaraan, keterbukaan, serta resiprositas emosional. Makna hegemonik seperti “istri ideal yang patuh” dan “suami sebagai kepala keluarga” masih dominan, namun mulai digugat oleh tafsir baru yang lebih egaliter. Dengan demikian, disharmoni rumah tangga tidak semata dipahami sebagai keretakan hubungan, melainkan sebagai momen diskursif yang memungkinkan keluarga menegosiasikan kembali makna cinta, tanggung jawab, dan harmoni dalam konteks budaya Bali kontemporer.
Referensi
Ayu, P. S., & Fikriyati, D. (2024). Patriarki dan diam sebagai strategi komunikasi perempuan Bali dalam rumah tangga. Jurnal Gender dan Komunikasi, 4(1), 45–60.
Budiasa, I. M. (2019). Representasi wacana tanpa kekerasan di cybermedia dalam praksis budaya Hindu-Bali: A critical discourse analysis. Vidya Samhita: Jurnal Penelitian Agama, 5(1), 45–56.
DeVito, J. A. (2019). The interpersonal communication book (15th ed.). Pearson.
Fairclough, N. (2003). Analysing discourse: Textual analysis for social research. Routledge.
Galvin, K. M., Braithwaite, D. O., & Bylund, C. L. (2016). Family communication: Cohesion and change (10th ed.). Routledge.
Howarth, D. (2013). Poststructuralism and after: Structure, subjectivity and power. Palgrave Macmillan.
Jorgensen, M. W., & Phillips, L. J. (2002). Discourse analysis as theory and method. Sage Publications.
Laclau, E. (1990). New reflections on the revolution of our time. Verso.
Laclau, E., & Mouffe, C. (1985). Hegemony and socialist strategy: Towards a radical democratic politics. Verso.
Mouffe, C. (2000). The democratic paradox. Verso.
Subagia, I. N. (2016). Nilai-nilai purusa-pradana dalam konteks sosial budaya Bali. Udayana University Press.
Suryani, N. L. (2021). Komunikasi keluarga dalam dinamika perubahan sosial di Bali. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 13(2), 145–160.
Utama, I. G. (2022). Kesetaraan gender dalam perspektif budaya Bali kontemporer. Jurnal Kajian Gender dan Pembangunan, 7(1), 33–48.
Validnews Indonesia. (2025, March). Perceraian tak hanya menghasilkan perpisahan. https://validnews.id/nasional/perceraian-tak-hanya-menghasilkan-perpisahan
Viva Bali. (2024, February). Lebih baik bertahan demi anak atau berpisah demi kewarasan? https://bali.viva.co.id/lifestyle/4354-lebih-baik-bertahan-demi-anak-atau-berpisah-demi-kewarasan
Wardani, N. M., & Yunanto, A. (2023). Patriarki dan komunikasi keluarga di Bali: Perspektif budaya dan agama Hindu. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 5(2), 101–118.
Wibawa, I. K., Hasibuan, R., & Sisdyani, E. A. (2023). Strategi komunikasi dan peran perempuan Bali dalam pengelolaan keuangan keluarga. Jurnal Sosial dan Budaya, 9(3), 233–249.
Yuniari, N. P., & Saskara, I. A. (2023). Norma budaya, kebahagiaan, dan komunikasi generasi sandwich di Bali. Jurnal Psikologi dan Budaya, 6(1), 21–35.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
JKKB: Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Permissions beyond the scope of this license may be available at JKKB: Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies




