PEMBIASAAN NILAI CATUR PARAMITHA SEBAGAI PRAKTIK KOMUNIKASI BUDAYA DI SD LENTERA HATI
Kata Kunci:
Catur Paramitha, pembiasaan nilai, komunikasi budaya, etnografi sekolah, pendidikan karakterAbstrak
Pembentukan karakter pada anak sekolah dasar tidak hanya berlangsung melalui transfer pengetahuan, tetapi melalui pembiasaan nilai yang terjadi dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menganalisis pembiasaan nilai Catur Paramitha sebagai praktik komunikasi budaya di SD Lentera Hati Jimbaran. Nilai-nilai maitri (cinta kasih), karuna (kasih sayang), mudita (kegembiraan empatik), dan upeksa (keseimbangan batin) dipraktikkan melalui rangkaian program harian dan mingguan seperti morning activity, religion activity, cooking class, animal class, gardening, perayaan hari besar keagamaan, serta kegiatan bimbingan dan konseling. Pendekatan kualitatif dengan tradisi etnografi James Spradley digunakan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pembiasaan nilai berlangsung melalui proses komunikasi simbolik, peneladanan, dan partisipasi kolektif yang mendorong terbentuknya empati, sikap saling menghargai, dan relasi sosial harmonis antar-siswa lintas agama dan latar budaya. Tantangan muncul dari pola asuh keluarga yang tidak konsisten, keterbatasan sarana pendukung, serta penetrasi budaya digital yang memunculkan pola bahasa dan perilaku yang kontradiktif dengan nilai Catur Paramitha. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah berperan sebagai ruang budaya yang memproduksi dan menegosiasikan nilai, sehingga pembiasaan nilai karakter perlu dilakukan melalui proses reflektif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Referensi
Awaliyah, Devi Ratu. 2017. Masa Keemasan Anak. Harian Andalas, Lugas dan Cerdas. https://harianandalas.com/aceh/masa-keemasan-anak. diakses pada 1 April 2023, Pukul 21.29 Wita
Bachri, S., 2010. Pendidikan Budak. [Online] Available at: hhtp://berpikirberbeda .blogspot.com/2010/07/pendidikan-budak.html?m=1 [Diakses April 2023].
Budiasa, I. M. (2016). Paradigma dan teori dalam etnografi baru dan etnografi kritis. In Prosiding Seminar Nasional Paradigma Dan Teori-Teori Komunikasi Dalam Ilmu Komunikasi (Vol. 1, pp. 9-24).
Budiasa, I. M. (2016). Tindakan Komunikatif Komunitas Veda Phosana Ashram Badung dalam Ritual Agnihotra. Vidya Samhita: Jurnal Penelitian Agama, 2(2).
Dantes, Nyoman. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset.
Kompasiana, 2018. Moeldoko Siapkan Generasi Emas 2045. [Online]
Available at: https://www.kompasiana.com/debbyanggrainic/5af119d05e 13736e921d6d92/moeldoko-siapkan-generasi-emas-2045 [Diakses 6 Februari 2023].
Laila, Qumruin Nurul. 2015. Pemikiran Pendidikan Moral Albert Bandura. Jurnal Program Studi PGMI. Vol. III, No. 1, Maret 2015.
Siswanto, 2007. Pendidikan Sebagai Paradigma Pembebasan (Telaah Filsafat Pendidikan Paulo Freire). Tadris, 2(2), pp. 250-263.
Spradley, James P. 2017. Metode Etnografi. 2 ed. (Amri Marzali, Pentj) Yogyakarta: Tiara Wacana.
Suardi, M. 2018. Belajar dan Pembelajaran (1st ed.). Bogor: Deepublish
Suhardana, Drs K.M. 2009. Catur & Sad Paramita Jalan Menuju Keluhuran Budi. Paramita Surabaya.
Tirtayanti, S. (2021). Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembanga Psikososial Pada Anak Sekolah Dasar. Masker Medika, 9(2), 504–511.
Triyono, 2016. Menyiapkan Generasi Emas 2045. Klaten, Universitas Widya Dharma.
Welle, D., 2019. Potret Pendidikan Indonesia di Tengah Perkembangan Teknologi. [Online] Available at: https://m.detik.com/news/dw/d-4533564/potret-pendidikan-indonesia-di-tengah-perkembangan-teknologi [Diakses 2 April 2023]
Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing
Zuchdi, Darmiyati. 2008. Humanisasi Pendidikan: Menemukan Kembali Pendidikan yang Manusiawi. Jakarta: Bumi Aksara
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
JKKB: Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Permissions beyond the scope of this license may be available at JKKB: Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies




