KOMUNIKASI BUDAYA DALAM ASPIRASI PETANI SUBAK JATILUWIH TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN DAN BAGI HASIL PENGELOLAAN DTW JATILUWIH

Penulis

  • Maulana Sandijaya Universita Udayana

Kata Kunci:

Petani, Subak Jatiluwih, Warisan Budaya Dunia, Bagi Hasil, Konversi Lahan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji aspirasi petani di Subak Jatiluwih mengenai alih fungsi lahan dan pembagian keuntungan bagi pengelolaan objek wisata (DTW) Jatiluwih, di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Penelitian ini penting untuk dilakukan, karena berdasarkan observasi singkat dan wawancara mendalam terhadap klien Subak atau Pekaseh, ditemukan adanya kesenjangan antara kondisi ideal (das sollen) dan kenyataan (das sein). Petani sebagai penggarap dan pemilik sawah merasa mendapat perlakuan yang tidak adil, terutama dalam hal pahpahan atau sistem bagi hasil yang bersumber dari retribusi karcis DTW Jatiluwih. Bagi hasil sendiri melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Pengurus DTW Jatiluwih, desa adat, dan petani. Para petani di Subak Jatiluwih selaku pemilik dan penggarap sawah seluas 227 hektare merasa hanya dijadikan objek wisata. Petani juga khawatir dengan konversi lahan. etidaknya ada dua restoran yang berdiri di Subak Jatiluwih. Keberadaan kedua restoran ini pun menjadi fokus utama delegasi UNESCO pada KTT WWF Mei 2024. Para petani khawatir jika konversi lahan terus berlanjut maka luas Subak akan menyempit dan status WBD bisa dicabut oleh UNESCO. Pertanyaan penelitiannya adalah, bagaimana sistem bagi hasil tersebut ditentukan sehingga petani merasa tidak adil? Pertanyaan kedua, bagaimana terjadinya konversi lahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada petani sebagai data primer dan melakukan studi literatur dari pemberitaan di media massa sebagai data sekunder. Data primer dan sekunder kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif interpretatif. Sedangkan teori yang digunakan peneliti adalah pendekatan postmodern, dengan teori relasi kekuasaan-pengetahuan Michael Foucault.

Referensi

Ardika, I Wayan, dkk. 2015. Implementasi Tri Hita Karana Dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Sebagai Daya Tarik Wisata Di Bali. Denpasar: Universitas Udayana.

Darma, Y. A. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. 2013. Cultural Landscape of Bali World Heritage Site.

Foucalut, M. (1980). Kekuasaan/Pengetahuan, wawancara terpilih dan tulisan-tulisan lainnya 1972-1977. Londn: The Harvester Press

Gunawan, Imam. 2014. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hardiman, F. Budi. 2009. Kritik Ideologi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. 2010. Cultural Landscape of Bali Province.

Lubis, Akhyar Yusuf. 2014. Postmodernisme: Teori dan Metode. Jakarta: Rajawali Pers.

Madiasworo Taufan, Tjahjono Gunawan, Tjahjati Budhy, Budhisantoso Subur. 2014. Sustainable Heritage Area Management Model Study on Enviromental Wisdom in Subak Jatiluwih area, Badung Regency, Bali.

Moleong, L.J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:Remaja Rosda Karya.

Muhadjir, Noeng. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:Alfabeta.

Adi, Ni Made Uning Praptika, dkk. 2022. Kondisi Sosial Ekonomi Rumah Tangga Petani Subak Jatiluwih Setelah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia Subak Jatiluwih, Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Vol 9, Nomor 3.

Widari, Dewa Ayu Diyah Sri Widari. 2021. Dampak Pengelolaan Warisan Budaya Subak Jatiluwih sebagai Daya Tarik Wisata Terhadap Lingkungan, Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata, Vol.2, No. 1.

Tribun Bali. 2024. Delegasi WWF Soroti Bangunan di Sawah Jatiluwih Tabanan. Sumber: https://bali.tribunnews.com/2024/05/25/delegasi-wwf-soroti-bangunan-dibangun-di-sawah-dtw-jatiluwih-tabananhttps. Diakses 22 September 2024.

Radar Bali. 2024. Gegara Ada Bangunan di Tengah Subak Jatiluwih, Ini Tindakan yang Dilakukan Pemkab Tabanan. Sumber: https://radarbali.jawapos.com/tabanan/704690951/gegara-ada-bangunan-tengah-subak-jatiluwih-ini-tindakan-yang-dilakukan-pemkab-tabanan Diakses 22 September 2024,

Tribun Bali. 2024. Delegasi WWF Soroti Bangunan di Sawah Jatiluwih Tabanan. Sumber: https://bali.tribunnews.com/2024/05/25/delegasi-wwf-soroti-bangunan-dibangun-di-sawah-dtw-jatiluwih-tabananhttps. Diakses 22 September 2024

Diterbitkan

31-10-2024

Cara Mengutip

Maulana Sandijaya. (2024). KOMUNIKASI BUDAYA DALAM ASPIRASI PETANI SUBAK JATILUWIH TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN DAN BAGI HASIL PENGELOLAAN DTW JATILUWIH . Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies), 1(02), 181–190. Diambil dari https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/JKKB/article/view/4230