DISKURSUS DEGRADASI AUTENTISITAS BAHASA BALI DIALEK SONGAN

Penulis

  • I Komang Sukayasa STKIP Agama Hindu Amlapura

Kata Kunci:

Diskursus, autentisitas, degradasi, bahasa Bali, dialek Songan

Abstrak

Tatanan sosial budaya tidak bisa dikatakan autentik ketika terjadi proses akulturasi budaya. Ketika masyarakat Songan sangat percaya diri dengan keotentikannya yang menyebut dirinya adalah masyarakat Bali Aga, mereka terkadang lupa bahwa tatanan sosialnya sudah tidak otentik. Penelitian ini dilatarbelakangi tiga masalah, pertama, bagaimana bentuk diskusi degradasi bahasa Bali dialek Songan; kedua, bagaimana proses terjadinya degradasi autentisitas bahasa Bali dialek Songan; ketiga, apa yang memaksakan degradasi autentisitas bahasa Bali dialek Songan terhadap tatanan sosial masyarakat Songan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu berupa kata-kata dan pengungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan diskusi mengenai degradasi autentisitas bahasa Bali dialek Songan. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mengklarifikasi data, dan melakukan interpretasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik untuk membahas masalah pertama, teori globalisasi untuk membahas masalah kedua, teori praksis untuk membahas masalah ketiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk diskursus bahasa Bali dialek Songan terjadi pada ranah keluarga dan ranah adat. Kurangnya wadah penggunaan dialek pada ranah keluarga dan adat adalah penyebabnya. Proses terjadinya diskursus degradasi bahasa Bali dialek Songan berawal dari globalisasi dan modernitas, lingkungan bahasa yang kurang mendukung, serta ragam dialek dilihat dari profesi masyarakat desa Songan. Implikasi degradasi bahasa Bali dialek Songan berupa kemerosotan tatanan sosial, konflik sosial, dan kemerosotan identitas lokal

Referensi

Barker, Chris. 2005. Cultural Studies : Teori dan Praktik. Yogyakarta : PT. Bintang Pustaka.

Chaer, Abdul. 2015. Psikolinguistik:Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Erlinda. 2011. Diskursus Estetika TariMinangkabau di Kota Padang Sumtera Barat pada Era Globalisasi. Denpasar. Disertasi. Program pasacasarjana, Unud. Denpasar.

Greenberg, J.H., 1968. Universal of Language. Cambridge Mass: MIT Pres.

Hoetomo. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Mitra Pelajar.

Salim, Agus. 2002. Perubahan Sosial Sketsa Sosial Teori dan Refleksi Metodologi

Kasus Indonesia. Yogyakarta : Wacana Yogya.

Sedeng, I Nyoman. 2010. Morfosintaksis Bahasa Bali Dialek Sembiran: Analisis Tatabahasa Peran dan Acuan. Denpasar. Udayana University Press.

Sibarani, Robert. 2004. Antropolinguistik. Medan: Poda.

Piliang, Yasraf Amir. 2005. Hipersemiotika Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta. Jalasutra.

Diterbitkan

31-10-2024

Cara Mengutip

I Komang Sukayasa. (2024). DISKURSUS DEGRADASI AUTENTISITAS BAHASA BALI DIALEK SONGAN. Jurnal Kajian Komunikasi Budaya (Journal of Cultural Communication Studies), 1(02), 171–180. Diambil dari https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/JKKB/article/view/4229