KONSTRUKSI BUDAYA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA: ANTARA RELIGI, IMAJINASI, DAN MASYARAKAT GUNUNG KAWI
DOI:
https://doi.org/10.25078/pariwisata.v11i1.6101Kata Kunci:
Pesarean Gunung Kawi, Konstruksi Budaya, Wisata Religi, Ziarah, Imajinasi PariwisataAbstrak
Pesarean Gunung Kawi menawarkan wisata religi yang unik antara budaya masyarakat Jawa berpadu dengan budaya Tionghoa. Tempat ini dikenal sebagai tempat berziarah tidak hanya bagi umat Islam, namun juga bagi masyarakat Tionghoa. Sejarah panjang yang dilalui oleh Pesarean Gunung Kawi menjadikannya sebagai lokasi wisata yang memiliki toleransi beragama yang cukup tinggi. Konstruksi budaya dalam destinasi wisata ini tidak dapat dihindari mengingat adanya kebutuhan untuk menarik wisatawan, dialektika antara unsur religi, imajinasi, dan peran aktif masyarakat setempat menjadi bumbu lokasi wisata ini dapat bertahan hingga sekarang. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berangkat dengan melakukan observasi partisipan dalam beberapa kegiatan budaya di sana. Serta didukung dengan wawancara mendalam kepada tiga informan kunci untuk memperkuat data yang ingin digali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tradisi tidak hanya dipertahankan tetapi juga dapat dikonstruksi secara dinamis menjadi sebuah daya tarik wisata. Nilai religi yang dianut oleh masyarakat setempat dipadukan dengan narasi-narasi mistis yang membentuk imajinasi kolektif. Imajinasi ini terwujud dalam ritual seperti ngalap berkah. Ritual dan imajinasi kemudian menjadi komoditas wisata yang menarik para peziarah untuk datang. Masyarakat setempat juga berperan aktif dalam menciptakan ruang negosiasi di mana nilai spiritual berkaitan dengan logika pariwisata. Hal tersebut selain untuk memuaskan imajinasi wisatawan juga untuk mempertahankan ekonomi masyarakat lokal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dinamika baru bagaimana budaya bukanlah suatu peninggalan yang bersifat tetap, melainkan sebuah proses yang terus dinegosiasikan oleh masyarakat di dalamnya tanpa mengurangi makna ataupun nilai dari budaya itu sendiri.
Unduhan
Referensi
Abdullah, I. (2015). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. PUSTAKA PELAJAR.
Amanat, T. (2019). Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Foklor (Ziarah Mitos: Lahan Baru Pariwisata Indonesia). Jurnal Pariwisata Terapan, Vol. 3, No. 1. https://doi.org/10.22146/jpt.48836
Anjani, M. T., & Suryani, S. (2025). Media Influences Determination of Tourist Destinations: Tourism Imaginaries Generated by Social Media Advertising. South Sight: Journal of Media and Society Inquiry, 1(1), 38-47. https://doi.org/10.14710/southsight.202525871
Ayu, D., Antariksa, A., & Ridjal, A. M. (2015, January). Aktivitas Ritual Pembentuk Teritori Ruang Pada Pesarean Gunung Kawi Kabupaten Malang. Jurnal Arsitektur NALARs, 14(1), 13-20. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/nalars/issue/view/73. https://doi.org/10.24853/nalars.14.1.%25p
Beatty, A. (2005). Varieties of Javanese Religion: An Anthropological Account. Cambridge University Press.
Cole, S. (2008). Tourism, Culture and Development: Hopes, Dreams and Realities in East Indonesia. Channel View Publications.
Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd edition). Sage Publications
Fadilla, H. (2024). Pengembangan Sektor Pariwisata untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Indonesia. BENEFIT: Journal of Business, Economics, and Finance Volume 2 Issue 1, Page 36-43. 10.31080/BENEFIT.v2i1.375.
Fitroturohmawati, Faridah, & Nurhayati, I. (2025). Islam dan Tradisi Ziarah Kubur Perspektif Para Peziarah Muslim Jawa. Sujud: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, Vol. 1(3), 390-395. https://ojs.indopublishing.or.id/index.php/sujud/article/view/277
Geertz, C. (1976). The Religion of Java (Phoenix Books). University of Chicago Press.
Gottowik, V. (2020). Ritual, Sex and the Body: Heterodox Ritual Practices at Pilgrimage Sites in Central Java. The Asia Pacific Journal of Anthropology. https://doi.org/10.1080/14442213.2020.1800811
Graburn, N., & Leite, N. (2019). ‘Always in process’: Edward Bruner, American anthropology, and the study of tourism. In N. Leite, K. Adams, & Q. Castañeda (Eds.), The ethnography of tourism: Edward Bruner and beyond. Lanham MD: Lexington.
Giddens, A. (1991). Modernity and Self-identity: Self and Society in the Late Modern Age. Polity Press.
Hall, S. (1996). Introduction: Who Needs 'Identity"? In S. Hall & P. D. Gay (Eds.), Questions of Cultural Identity. Sage Publications Ltd.
Hariyanto, B. (2017, December). Potret Keberagaman Dan Kearifan Lokal Di Gunung Kawi. THAQAFIYYAT, 18(2), 172-185. https://ejournal.uin-suka.ac.id/adab/thaqafiyyat/article/view/1315
Kamus Besar Bahasa Indonesia [online]. (2025). Link website: https://kbbi.web.id/tapak%20tilas diakses tanggal 2 November 2025, 00:49 WIB.
Koentjaraningrat. (2005). Pengantar antropologi. Rineka Cipta.
Latour, B. (2005). Reassembling the Social: An Introduction to Actor-Network Theory. Oxford University Press on website https://www.uni-weimar.de/kunst-und-gestaltung/wiki/images/Latour-introduction-to-ant-theory.pdf diakses tanggal 17 Januari 2026, 01:46 WIB.
Lase, F. M., Ndraha, K., Molama, Y., & Situmeang, D. M. (2023). Hakikat Wisata Religi dan Hubungannya dengan Wisata Ziarah. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(2). P-ISSN: 2964-7142; E-ISSN: 2964-6499
Latifah, E. (2023). Tradisi Ziarah dalam Masyarakat Jawa Perspektif Filsafat Nilai Max Scheler. An-Nur: Jurnal Studi Islam, 15(1). https://jurnalannur.ac.id/index.php/An-Nur
Leach, E. R. (1961). Rethinking anthropology. Athlone Press.
Lintong, E. M. S. (2025). Potensi Wisata Religi di Indonesia Sebuah Tinjauan Literatur. Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 6 Nomor 1 April 2025. 10.46368/bjpd.v1i1.2825.
Munt, I. (1994). The ‘Other’ Postmodern Tourism: Culture, Travel and the New Middle Classes. Theory, Culture & Society 11: 101. http://tcs.sagepub.com/content/11/3/101
Rahmaniah, A. (2016). Etnografi Masyarakat Gunung Kawi Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-PIPS) Vol.2 No.2 Januari-Juni 2016 Hal.161-179. DOI: 10.18860/jpips.v2i2.6846
Ridlo, M. (2021). Tafsir Komprehensif Karya Clifford Geertz: Abangan, Santri, dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Humanistika: Jurnal Keislaman, Vol. 7(2), 1-25. DOI: https://doi.org/10.36835/humanistika.v7i1.482
Rosydiana, W. N. (2023). Nyadran: Bentuk Akulturasi Agama dengan Budaya Jawa. HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 15(1), 15-23. 10.52166/humanis.v15i1.3305
Salazar, N. B. (2012). Tourism Imaginaries: A Conceptual Approach. Annals of Tourism Reasearch Vol. 39, No. 2, pp. 863-882. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.10.004
Smith, V. L. (1989). Hosts and Guests: The Anthropology of Tourism. University of Pennsylvania Press.
Swain, M. B. (2014). Myth Management in Tourism’s Imaginariums Tales from Southwest China and Beyond. In N. B. Salazar & N. H. H. Graburn (Eds.), Tourism Imaginaries: Anthropological Approaches (pp. 103-114). Berghahn Books.
Sylviana, Z. (2018). Ziarah: Antara Fenomena Mistik dan Komunikasi Spritual. Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, X(1), 118-131.
Tashadi, T., Murniatmo, G., & Sumantarsih, S. (1995). Budaya Spiritual dalam Situs Keramat di Gunung Kawi Jawa Timur (W. Pratiwi, Ed.). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wijaya, W. (2019). Ajaran Luhur Kejawen. Bangun Bangsa.
Zhang, J. (2015). Chinese American Culture in the Making: Perspectives and Reflections on Diasporic Folklore and Identity. The Journal of American Folklore, Vol. 128(510), pp. 449-475. : https://www.jstor.org/stable/10.5406/jamerfolk.128.510.0449

