PELESTARIAN FAUNA DALAM UPACARA TUMPEK KANDANG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT HINDU DI BALI

Penulis

  • I Wayan Janur Divayana,S.Pd janur Pascasarjana UHN I Gusti Bagus sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/japam.v3i01.831

Kata Kunci:

Fauna, Upacara Tumpek Kandang, Pendidikan

Abstrak

ABSTRAK

Kebudayaan-kebudayaan di Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu membuat kebudayaan yang ada menjadi sangat unik. Nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran Agama Hindu menjadi sumber nilai budaya yang ada di Bali, sehingga kebudayaan Bali bersifat religius dan sangat menarik. Kebudayaan yang dimaksud adalah perayaan hari suci yang begitu banyak di Bali. Hari raya suci agama Hindu di Bali mengandung makna-makna yang mendalam. Selain itu, hari raya suci agama Hindu memiliki peran-peran tersendiri dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Salah satu hari suci tersebut adalah hari suci Tumpek Kandang.  Adapun permasalahan yang dibahas meliputi Upaya Mengharmoniskan Alam Melalui Pelestarian Fauna dan Peran Upacara Tumpek Kandang Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu di Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan wawancara. Setelah data terkumpul, maka akan dianalisis dengan tehnik analisis data. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan langkah-langkah mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau memverifikasi. Hasil yang didapat berdasarkan penelitian diantaranya, (1) Menjaga kelestarian dari para mahluk hidup terutama hewan melalui Upacara Tumpek Kandang atau Tumpek Uye akan berdampak baik bagi keharmonisan alam semesta beserta isinya. Lestarinya para hewan akan memberikan keseimbangan pada alam semesta terutama Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit (2) Melalui pelaksanaan hari suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye sekaligus memberikan pendidikan bagi umat Hindu kususnya di Bali akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berada dimana-mana atau berada disetiap tempat (Wyapi-Wyapaka), terutama tuhan yang menjiwai binatang yang bergelar Sang Hyang Rare Anggon

Referensi

Budiawan, I. G. (2018). Makana Filosofi Upacara Tumprek Kandang dan Keharmonisan Lingkungan dalam Sistem Kosmos di Desa Pakraman Sangkan Gunung Karangasem. Jayapangus Press, 15-34.

Dalu, K. B. (2015). Cara Mudah Memahami Agama Hindu. Denpasar: CV Kayumas Agung.

Kajeng, I. N. (1997). sarasamusccaya. Jakarta: Hanuman Sakti.

Nala, I. G. (2012). Murdha Agama Hindu. Denpasar: Upada Sastra.

Pulosari, J. M. (2011). Sumndarigama. Denpasar: Paramita.

Radhakrishna. (2008). Upanisad-Upanisad Utama. Denpasar: Paramita.

Suhardana, K. M. (2006). Subha Asubhakarma Perbuatan Baik dan Tidak Baik. Denpasar: Paramita.

Suparyono, Y. (2008). Wawasan Nusantara. Klaten: Cempaka Putih.

Surada, M. (2006). Dharmagita Kidung Panca Yadnya. Denpasar: Paramita.

Penyusun. (2007). Atharvaveda Samhita III. Denpasar: Paramita.

Titib, I. M. (2003).Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan Denpasar: Paramita.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-30

Terbitan

Bagian

Artikel
Abstrak viewed = 194 times