PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI UPT SDN 4 AMPARITA
DOI:
https://doi.org/10.25078/japam.v5i1.4544Kata Kunci:
peran komunikasi, pembelajaran pendidikan agama hinduAbstrak
Peneliti melakukan observasi pada lokasi penelitian, permasalahan di UPT SDN 4 Amparita terdapat dalam penggunaan bahasa kedaerahan masih sangat kental, sehingga dalam menyampaikan pembelajaran dengan bahasa baik dan benar siswa kurang memahami apa yang dikomunikasikan oleh guru, dan dari tingkat emosional/kesehatan mental siswa masih perlu mendapatkan bimbingan dari guru dan lingkungan, peneliti akan menganalisis, peran komunikasi dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di UPT SDN 4 Amparita.Proses pembelajaran di sekolah merupakan kegiatan yang sangat penting dan memerlukan komunikasi verbal dan non verbal dalam peningkatan kualitas pendidikan, dimana proses belajar mengajar di harapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional dan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas serta pendidikan yang bermutu.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni; wawancara, observasi, dokumentasi, peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. Subjek penelitian guru-guru dan objeknya seluruh siswa. Tiga teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk membedah permasalahan di SDN UPT 4 Amparita adalah teori Komunikasi, teori Konstruktivisme, dan teori Belajar Konitif Hasil penelitian guru-guru dalam melakukan pembelajaran pendidikan agama dan budi
pekerti; 1) terkait jenis komunikasi, guru menggunakan dua jenis komunikasi yakni komunikasi verbal dan non verbal. Komunikai verbal merupakan komunikasi yang menggunakan simbol- simbol verbal, baik secara lisan maupun tertulis, Komunikasi non verbal merupakan proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. 2) Penggunaan media pembelajaran sesuai dengan fungsinya yang tepat sangat membantu siswa dalam proses belajar mengajar, manfaat media akan memudahkan melalukan interkasi dalam kelas, pengklasifikasian media dalam belajar menyesuaikan tingkat kelas dalam belajar, sehingga tercapinya hasil belajar yang signifikan. 3) Kendala adalah kendala masalah media pembelajaran hal ini juga dapat disiasati oleh guru dengan memberi contoh-contoh yang ada di sekeliling kita. Kendala yang sulit dihadapi oleh guru adalah minimnya buku ajar, hal ini menjadi kendala yang sangat serius dalam proses pembelajaran.



