Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
DOI:
https://doi.org/10.25078/japam.v5i1.4530Kata Kunci:
Model Pembelajaran, Gender Wayang, Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, Sanggar Swasti SwaraAbstrak
Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulian terhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0. Pendidikan sebagai sarana untuk melestarikan budaya, yakni salah satunya melalui pendidkan non formal yaitu pembelajaran Gender Wayang. Adapun masalah yang dirumuskan (1) Proses Pembelajaran Gamelan Gender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar, (2) Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung dalam Pembelajaran Gamelan Gender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar, (3) Implikasi Pembelajaran Gamelan Gender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar.
Metode penelitian yang dipergunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan dan Dokumentasi. Proses pembelajaran Gender Wayang di Sanggar Swasti Swara Denpasar ini melalui tiga tahap yaitu : 1) Tahap Perencanaan meliputi perencanaan pendidik mempersiapkan komponen-komponen pembelajaran yaitu: a) sumber pembelajaran, b) Media Pembelajaran yaitu Gamelan Gender Wayang dan Panggul Gender Wayang, c) Materi Pembelajaran, d) Metode Pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Gamelan Gender Wayang di Sanggar Swasti Swara, 2) Pada tahap latihan ini pendidik menggunakan beberapa metode pembelajaran yaitu: metode ceramah dan model pembelajaran Catur Meguru. Dalam kegiatan latihan ini pendidik menggunakan dua kegiatan dalam tahap latihan yaitu kegiatan inti dan kegiatan akhir.
Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Pembelajaran Gamelan Gender Wayang, nilai-nilai agama Hindu yang merupakan penjabaran dari Tiga Kerangka Dasar. Ajaran Tiga Kerangka Dasar dalam Agama Hindu tersebut meliputi, (1) Tattwa atau Filsafat dalam implementasi pembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu pengenalan konsep kosmologi,penghayatan nilai-nilai spiritual, penerapan konsep keseimbangan, pemahaman simbolisme dan internalisasi nilai kearifan lokal, (2) Susila atau Etika dalam pembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu sikap dan perilaku, etika musikal, guru dan murid, dan instrumen, (3) Acara dalam implementasi pembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu upacara keagamaan besar, upacara daur hidup, dan upacara harian.
Implikasi Pembelajaran Gamelan Gender Wayang pada generasi Z mengarah kepada hasil perkembangan kompetensi anak didik dalam memainkan Gamelan Gender Wayang yaitu implikasi pembelajaran Gamelan Gender Wayang pada peserta didik
Kata Kunci: Model pembelajaran, gender wayang, nilai-nilai pendidikan agama hindu, sanggar swasti swara.



