PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM BINGKAI KURIKULUM MERDEKA

Penulis

  • I Made Dwi Susila Adnyana Dwik SMA Negeri 3 Negara

DOI:

https://doi.org/10.25078/japam.v4i01.3638

Kata Kunci:

Hindu Religious Education Learning, Independent Curriculum, Pancasila Student Profile

Abstrak

Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu merupakan proses transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan dengan dua cara, yaitu metodis dan logis. Metodis artinya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dilakukan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan situasi kelas dan karakteristik siswa; sedangkan logis artinya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu tidak saja mengacu pada ceramah yang bersifat dogmatis, namun juga dapat dijelaskan berdasarkan logika sesuai dengan realita kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan uraian tersebut, Kurikulum Merdeka sangat berperan guna meningkatkan kualitas siswa Hindu yang kekinian. Kurikulum Merdeka pada prinsipnya menekankan adanya enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang meliputi: (1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, (2) Berkebinekaan Global, (3) Gotong Royong, (4) Mandiri, (5) Bernalar Kritis, dan (6) Kreatif. Peranan Kurikulum Merdeka terhadap Pendidikan Agama Hindu ialah mewujudkan śraddhā siswa agar lebih optimal, memiliki rasa cinta kasih terhadap sesama (tat twam asi), dan menciptakan rasionalitas ‘jñāna’ siswa yang terarah sehingga terciptanya siswa Hindu yang cerdas secara spiritual dan material, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, mampu memecahkan masalah dengan penuh tanggung jawab, serta memiliki jiwa kreatif untuk dapat bersaing dalam pergolakan dunia digital yang semakin terus berkembang.

Kata Kunci : Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu

Referensi

Adnyana, I Made Dwi Susila. (2021). Dharma Acarya: Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Menembus Portal Revolusi Industri 4.0. Badung: Nilacakra Publisher.

Ariga, Selamat. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Pasca Pandemi Covid-19. Dimuat dalam Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat "Edu Society" Vol. (02) No. (02). ISSN: 2797-0914.

Azalea, Hilda Indri. (2023). Peran Kurikulum Merdeka pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Cerdas Indonesia di Kota Surabaya. Journal of Education Research Vol. (04) No. (03). Diakses secara online melalui https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.380.

Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. (2022). Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Fadriati. (2022). Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Merdeka. dalam Pengembangann Kurikulum Merdeka (hlm.15). Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi.

I Made Dwi Susila & Kadek Aria Prima Dewi. (2019). Implikasi Keterampilan Abad 21 Pada Proses Pendidikan Agama Hindu. IHDN Denpasar: Jurnal Pendidikan Dasar "Adi Widya" Vol. (04) No. (02). ISSN: 2527-5445.

James J. Gallagher. (1985). Teaching The Gifted Child. Boston: Allyn And Bacon, Inc.

Listyaningsih. (2022). Implementasi Karakter Gotong Royong Berbasis Online Collaborative Learning. Proceedings Membangun Karakter dan Budaya Literasi dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SD. Diakses secara online melalui https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Pro/article/view/14929/5434.

Mahfud. (2015). Tuhan dalam Kepercayaan Manusia Modern (Mengungkap Relasi Primordial Antara Tuhan dan Manusia). STAI Hasan

Jufri Bawean: Jurnal Studi Keislaman "CENDEKIA" Vol. (01) No. (02). ISSN: 2443-2741.

Munandar, Utami. (1995). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Pebriyanti, Ine., dkk. (2023). Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Harmonisasi Antara Masyarakat dan Sekolah. Universitas Nahdlatul Ulama NTB: Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. (03) No. (01). ISSN: 2807-1107.

Pinatih, Ni Putu Sri. (2021). Implementasi Merdeka Belajar pada Pendidikan Agama Hindu di SD Masa Pandemi. Prosiding Webinar Nasional IAHN-TP Palangka Raya Nomor 5. Diakses secara online melalui https://prosiding.iahntp.ac.id.

Setyawan, Iwan Aries., dkk. (2022). Profil Pelajar Pancasila: Dimensi Bernalar Kritis. Jakarta: Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek.

Siswadi, Gede Agus. (2023). Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Agama Hindu Perspektif Filsafat Pendidikan Progresivisme. UHN I Gusti Bagus Sugriwa: Jurnal Pendidikan Agama "JAPAM" Vol. (02) No. (02). ISSN: 2809-3534.

Subagiasta, I Ketut. (1996). Pendidikan Agama Hindu Bagi Anak dan Remaja di Luar Pendidikan Formal. dalam Pustaka Hindu Raditya (hlm. 71). Denpasar: Yayasan Manikgeni Dharma Sastra.

Sudirman, Lu., dkk. (2021). Sikap Toleransi Antar Budaya di Indonesia. Prosiding National Conference for Community Service Project Vol. (03) No. (01). Diakses secara online melalui http://journal.uib.ac.id/index.php/nacospro.

Titib, I Made. (1996). Pola Pendidikan Keluarga Menurut Weda. dalam Pustaka Hindu Raditya (hlm. 112). Denpasar: Yayasan Manikgeni Dharma Sastra.

Widya Sena, I Gusti Made. (2017). Implementasi Konsep Ngayah dalam Meningkatkan Toleransi Kehidupan Umat Beragama di Bali. Diakses secara online melalui http://sim.ihdn.ac.id/app-assets/repo/repo-dosen-121802010034-16.pdf.

Zumrotun, Erna., dkk. (2024). Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Dimuat dalam Jurnal Karya Ilmiah Guru "Ide Guru" Vol. (09) No. (02). ISSN: 2527-5712.

Unduhan

Diterbitkan

2024-05-13

Terbitan

Bagian

Artikel
Abstrak viewed = 212 times