RASIONALITAS PROGRAM TARIA (TABUNGAN HARI RAYA) DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER MASYARAKAT BANJAR ANYAR KAJA KABUPATEN BADUNG
DOI:
https://doi.org/10.25078/japam.v4i01.3252Kata Kunci:
Tabungan Hari RayaAbstrak
Abstrak
Fenomena yang muncul dalam masyarakat Hindu adalah pelaksanaan upacara keagamaan Hindu di satu sisi cenderung mahal dan memakan waktu. Setiap kali sebuah ritual dilakukan, diperlukan konsumsi ritual baik dalam jumlah maupun kualitas. Aktivitas dan ritualitas agama, menurut Max Weber (1930) dan Bourdieu (1977), berdampak pada kegiatan ekonomi dan lainnya. Akibat adanya fenomena tersebut banyak lembaga keuangan seperti Bank, LPD, dan Koperasi berlomba membuat program tabungan hari raya khususnya di Bali. Sistem praktik tabungan hari raya sudah berjalan cukup lama di Banjar Anyar Kaja, Desa Kerobokan. Dengan menabung, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk keperluan menjelang hari raya. Tujuan penelitian ini adalah membekali pendidikan karakter pada masyarakat Hindu mengenai penerapan program Tabungan Hari Raya di Banjar Anyar Kaja, Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan dalam penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, sementara itu teknik analisis data disajikan kedalam bentuk deskriptif analitik. Berdasarkan hasil penelitian penerapan program Tabungan Hari Raya pada masyarakat Banjar Anyar Kaja meliputi tindakan rasionalitas instrumental. Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam program TARIA meliputi nilai religius, pengendalian diri, semangat, kebijaksanaan, tidak serakah, disiplin dan mandiri. Implikasi dari keikutsertaan masyarakat dalam Program Tabungan Hari Raya adalah memberikan kemudahan masyarakat dalam menyiapkan keuangan untuk menyambut hari raya keagamaan. Bagi masyarakat agar berupaya untuk meningkatkan antusiasme dalam mengikuti program TARIA (Tabungan Hari Raya) dan berupaya untuk mengajak keluarga atau kerabat yang belum mengikuti program tersebut.
Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Rasionalitas, Tabungan
Referensi
Albertus. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Jasmani. Arikunto.
Astawa, I. M. O. (2018). Upacara Keagamaan Dalam Perspektif Prilaku dan Ekonomi. Genta Hredaya, 2(2), 29–36.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2021). Rilis Profil Kemiskinan di Bali September 2020.
Kiriana. (2020). Inovasi Peningkatan Mutu Pembelajaran Agama Hindu. Jurnal Penjaminan Mutu Denpasar, 4(1), 67–69.
Maharani, D. (2020). Rasionalitas Muslim : Perilaku Konsumsi dalam Prespektif Ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3), 409–412.
Nugraha, A. D., & Suryaningsih, S. A. (2019). Peran Tabungan Parselan Hari Raya Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota di Wonocolo Surabaya. Jurnal Ekonomi Islam, 2(3), 242–249.
Putra, N. P. M. (2016). Peranan Sradha Dan Bhakti Dalam Menangkal Pengaruh Negatif Media Sosial. E Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang, 4(3), 1–17.
Sioh, A.M. (2020). Kenoto Adat Perkawinan Suku Sabu, Kajian Sosiologi Agama dalam Tindakan Sosial Max Weber. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 6(1), 93-103, http://dx.doi.org/ 10.24114/antro.v6i1.16885.
Tsauri, S. (2015). Pendidikan Karakter: Peluang dalam Membangun Karakter Bangsa. IAIN Jember Press.
Winisudo, R. T., & Fauzi, A. M. (2021). Rasionalitas Tindakan Sosial dalam Tradisi Nyadran di Desa Bluru Kidul Kabupaten Sidoarjo. Majalah Ilmu Pengetahuan Dan Pemikiran Keagamaan, 24(2), 239–248.
Zakiyah, Q. Y., & Rusdiana, A. (2014). Pendidikan Nilai: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. CV Pustaka Setia.



