KULKUL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI TRADISIONAL PADA TRADISI NGEREBEG MEKOTEK DI DESA ADAT MUNGGU KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG

-

Penulis

  • I Made Rai Kariasa Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Nengah Lestawi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Wayan Wirta Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/anubhava.v4i1.3064

Abstrak

Masyarakat Hindu di Bali tidak dapat memisahkan diri dari keberadaan ritus tradisi, adat dan kebudayaan. Berkenaan dengan hal itu, beberapa peneliti barat menjadikan Bali sebagai objek kajian. Pulau Bali dari zaman dahulu memiliki daya tarik yang kuat dengan latar belakang kehidupan masyarakatnya yang religious. Atas dasar itu, menjadikan Bali sebagai pusat studi yang layak di eksplorasi sebagai pusat peradaban religi, tradisi dan kebudayaan yang tetap eksis. Eksistensi tradisi dan budaya tersebut berangkat dari adanya komunitas tradisional. Terkait hal ini menjelaskan komunitas tradisional Bali sebagai sebuah publik yang tertutup dan mencukupi diri sendiri dalam komunitas tradisional Bali.

Dalam hidupnya manusia cenderung mengadakan hubungan antara sesamanya yang akhimya membentuk organisasi-organisasi kemasyarakatan. Di samping itu, hubungan juga berkembang dengan lingkungannya sebagai usaha untuk menanggapi secara aktif lingkungan alam tersebut. Beberapa bentuk atau pola hubungan yang berkembang kemudian serta bentuk atau pola tanggapan manusia terhadap lingkungannya memunculkan bentuk atau pola-pola kebudayaan manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis Masyarakat Di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Masih Mempertahankan Kulkul sebagai Media Komunikasi Tradisional. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian menggunakan teori Teori Komunikasi Tradisional, Teori Dinamika Budaya, Technological Determinism Theory.

Hasil penelitian ini menunjukkan Secara umum, Proses komunikasi baik secara verbal maupun nonverbal sudah dimulai sejak awal persiapan pelaksanaan Upacara Ngerebeg Mekotek sampai akhir pelaksanaan Upacara. Adapun komunikasi verbal sudah dilakukan sejak awal oleh Pemuka Adat dengan seluruh masyarakat adat yang hadir dan berkumpul di Pura Desa dan Puseh. Berbagai sarana pendukung Upacara Ngerebeg Mekotek juga sudah di siapkan dan di bawa oleh masing-masing Krama Adat yang ditugaskan seperti; senjata Nawa Sanga, kober, umbul-umbul, termasuk Sarana Banten (sesajen) yang semuanya merupakan bagian Komunikasi Nonverbal dalam rangkaian Tradisi Ngerebeg MekotekMasyrakat di Desa Adat Munggu sangat memahami setiap makna suara Kulkul, terlebih lagi makna dari masing-masing ritme dan suara Kulkul sudah tertuang dalam Awig-Awig Desa Adat Munggu.

Kata Kunci : kulkul, media, komunikasi, tradisional, ngerebeg mekotek

Referensi

E Andika. 2013. Alat Komunikasi Tradisional Sudah Ada Sejak Masa Bali Kuno, Yakni Adalah Kulkul Dan Terdapat Dalam Prasasti Peninggalan Raja Raja Bali Kuno Yang Terbuat Dari Jenis Kayu Intaran, Camplung, Nangka, dan Asam.

Admadja, Nengah Bawa. Ajeg Bali: Gerakan Identitas Kultural dan Globalisasi, Yogyakarta: Lkis, 2010.

Ardhana, dkk. Masyarakat Multikultural Bali: Tinjauan Sejarah Migrasi dan Integrasi, Denpasar: Pustaka Larasan, 2011.

Dibia, I Wayan, Arja, Mencerdaskan Rakyat dengan Seni Tradisi dan Pertunjukan Komunikatif, dalam Pemetaan Media Tradisional Komunikatif, Lestarikan Tradisi, Kelola Komunikasi, Jakarta: Kominfo, 2011.

Dibia, I Wayan, Arja: A Sung Dance Drama of Bali, A Study of Change and Transformation (desertasi) Los Angeles: University of California, Los Angeles, 1992.

Dennis, McQuail. 2011.Teori Komunikasi Massa Edisi 6. Terjemahan Putri Iva Izzati,dkk. Jakarta: Salemba Humanika.

Jurriens, Edwin. Ekspresi Lokal dalam Fenomena Global: Safari Budaya dan Migrasi. Jakarta: LP3ES dan KITLV-Jakarta, 2006.

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

I Dewa Gede Ari Pemayun, Anak Agung Putu Swabawa. 2014. Eksistensi Kulkul di Era Kemajuan Teknologi Informasi.

Istidjab, Kanti Wiludjeng, “Wayang sebagai Media Komunikasi Tradisional dalam Diseminasi Informasi, Orasi Pengukuhan Profesor Riset, Studi Komunikasi dan Media” dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Volume III, No.2 November 2012, hal. 50- 60. ISSN: 2087-011132

Koentjaraningrat. 1974. Bentuk Suatu Kesatuan Sosial Karena Adanya Ikatan Wilayah Atau Tempat Kehidupan.

Littlejohn, S. W. (2012). Theories of Human Communication. Belmont: Wadsworth/Thomson Learning.

McQuail, D. (2010). Mass Communication Theory. Chennai: C&M Digital

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-01
Abstrak viewed = 311 times