STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR SATHYA SAI DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.25078/anubhava.v4i1.2755Abstrak
Penelitian ini membahas strategi pembelajaran komunikasi yang dipegang oleh guru agama dan karakter Hindu di SDN Sathya Sai Denpasar. Strategi Komunikasi pembelajaran perlu diteliti karena memainkan peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Pelajaran agama dan karakter Hindu sebagai bagian dari studi ini adalah dianggap penting karena agama Hindu adalah sebagai dasar karakter dan Karakter adalah aspek penting dari pendidikan. SD Sathya Sai Denpasar adalah Sekolah yang menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai kemanusiaan sangat tinggi
dianggap sebagai inti dari karakter manusia. Karakter siswa perlu dikembangkan melalui strategi komunikasi pembelajaran yang tepat. Penulis ingin menemukan : 1) Bagaimana strategi pembelajaran komunikasi; 2) Bagaimana penerapan pembelajaran media; dan 3) Kendala apa yang dihadapi guru; dalam kaitannya dengan agama Hindu dan pelajaran karakter. Tiga pertanyaan penelitian dianalisis oleh humanistik dan teori belajar perilaku.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dia menggunakan metode purposive sampling. Informan utama adalah guru Hindu Pelajaran agama dan karakter serta informan pendukungnya adalah kepala sekolah dan beberapa siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen, seperti: peneliti langsung observasi, wawancara dan studi dokumen Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategi pembelajaran komunikasi yang dipegang oleh guru agama dan karakter Hindu di SD Sathya Sai Denpasar adalah metode humanistik dan perilaku. Si guru menggunakan berbagai model komunikasi dan berperilaku sebagai motivator dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Guru menekankan komunikasinya pada menyapa, berdoa, duduk diam dan penegasan diri siswa untuk memulai pelajaran. Sambil menutup pelajaran dia mendorong siswa untuk bersyukur kepada Tuhan, guru dan satu sama lain karena pengetahuan telah dipelajari. 2) Guru memanfaatkan beberapa jenis pembelajaran media, seperti: buku teks sekolah, buku-buku agama Hindu lainnya, seperti Bhagavadgita, Karakter berisi buku cerita dan media audio visual. Selain itu guru juga Memanfaatkan fitur internet dan media sosial, seperti: Facebook, YouTube dan Grup WhatsApp. 3) Beberapa kendala terkadang masih terjadi selama proses pembelajaran.
Kata kunci: Strategi komunikasi pembelajaran, Pendidikan agama Hindu dan
budi pekerti, Sekolah Dasar Sathya Sai Denpasar
Referensi
Adesti, dkk. 2018. Efektivitas Konseling Client Centered untuk Meningkatkan Kemandirian Mengambil KeputusanSiswa. Banyuwangi: Universitas PGRI.
Art-Ong Jumsai. Na Ayudhya. 2008. Model Pembelajaran Nilai-Nilai Kemanusiaan Terpadu. Jakarta: Yayasan Sri Sathya Sai
Baba.
Bungin, Burhan. 2017. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Hadis, Abdul dan Nurhayati, B. 2019. Psikologi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Kusmintardjo. Mantja, W. 2011. LandasanLandasan Pendidikan dan Pembelajaran. Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan. Universitas Negeri Malang.
Maswinara, I Wayan. 2003. Srimad Bhagawad Gita. Surabaya: Paramita.
Moleong, Lexi J. 2008. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Morris, L. 1982. Learning Theories for Teachers. New York: Harper and Row Publishers.
Sagala, Syaiful. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Setyaningsih. 2018. Peran Pendidikan Agama Hindu dalam Membentuk Kepribadian Siswa. Jurnal Widya Aksara. Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten.
Sidharta, Tjok Rai. 2001. Upadesa tentang Ajaran-Ajaran Agama Hindu. Surabaya:Paramita.
Syafaruddin. 2002. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Jakarta: PT.Gramedia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Anubhava: Jurnal Ilmu Komunikasi HIndu

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Anubhava: Jurnal Komunikasi Hindu is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Permissions beyond the scope of this license may be available at Anubhava: Jurnal Ilmu Komunikasi





