bel-, pe-, me- Upaya Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP PGRI 1 Denpasar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Melalui Penerapan Soal HOTS
DOI:
https://doi.org/10.25078/up.v5i2.3886Kata Kunci:
upaya penerapan, soal HOTS, hasil belajar, Pendidikan Agama Hindu dan Budi PekertiAbstrak
Penelitian ini membahas tentang langkah-langkah terbaik untuk mengimplementasikan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP PGRI 1 Denpasar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penilaian berbasis soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) sehingga mampu memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP PGRI 1 Denpasar Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Partisipan, sehingga dalam penelitian ini peneliti berperan penuh dan terlibat secara langsung dalam proses penelitian dari awal hingga akhir. Model PTK yang digunakan pada penelitian ini adalah model PTK oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang merupakan pengembangan dari model Kurt Lewin. Hasilnya, perolehan nilai rata-rata sebesar 63 dan persentase ketuntasan hasil belajar saat pra-siklus sebesar 33% mengalami peningkatan pada siklus I dengan langkah penerapan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) terintegrasi model pembelajaran saintifik dan metode diskusi berkelompok memperoleh nilai rata-rata sebesar 74 dan persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 62%. Peningkatan terakhir pada siklus II dengan langkah penerapan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) terintegrasi model pembelajaran gamifikasi dan metode diskusi berkelompok memperoleh nilai rata-rata sebesar 85 dan persentase ketuntasan hasil belajar 86%. Kesimpulannya, langkah-langkah terbaik untuk mengimplementasikan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP PGRI 1 Denpasar, mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti adalah penerapan langkah-langkah pada siklus II, yang mengintegrasikan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) dengan model gamifikasi dan metode diskusi berkelompok. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menganalisis keterbatasan dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini dapat dikembangkan.
