Journal Eksistensi Pembelajaran Bahasa Sanskerta di Sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman Astika Dharma
Eksistensi Pembelajaran Bahasa Sanskerta di Sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman Astika Dharma
DOI:
https://doi.org/10.25078/up.v5i2.2857Kata Kunci:
Kata Kunci: Eksistensi Pembelajaran, Bahasa Sanskerta.Abstrak
Abstrak
Bahasa Sanskerta adalah bahasa yang digunakan di dalam Veda sehingga sangat penting dipelajari oleh umat Hindu, namun bahasa Sanskerta belum dikenal secara luas oleh umat Hindu. Suatu fenomena di Sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman Astika Dharma terdapat pembelajaran bahasa Sanskerta yang sangat menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan sekolah Sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman Astika Dharma menjadikan bahasa Sanskerta menjadi salah satu mata pelajaran, mengetahui pola pembelajaran dan eksistensi pembelajaran bahasa Sanskerta di Sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman Astika Dharma. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan Bahasa Sanskerta menjadi mata pelajaran di sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman Astika Dharma dikarenakan Menteri keagamaan menetapkan bahasa Sanskerta menjadi salah satu mata pelajaran keagamaan Hindu pada jenjang sekolah Utama Widya Pasraman, serta didukung oleh adanya pengajar dan sarana prasarana yang memadai. Pola pembelajaran bahasa Sanskerta meliputi materi sejarah perkembangan bahasa Sanskerta, huruf-huruf Devanāgarī, tata bahasa dan sloka-sloka, metode pembelajaran menggunakan metode percakapan, diskusi dan metode dharmagita, media pembelajaran power point serta model pembelajaran Mastery Learning. Pembelajaran bahasa Sanskerta di sekolah Menengah Atas Utama Widya Pasraman ini eksis dan berdampak positif pada perubahan perilaku peserta didik. Peserta didik mampu memahami penggunaan kalimat dalam bahasa Sanskerta, mampu berfikir, berkata, dan berperilaku yang baik, serta meningkatkan Sraddha dan Bhakti peserta didik.
