This is an outdated version published on 2026-03-31. Read the most recent version.

Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal Petugas Pelacakan Kontak (Tracer) COVID-19 di Provinsi Bali

Authors

  • Ni Putu Shinta Utari Dewi Program Studi Yoga Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Made Swasti Wulanyani Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • I Made Subrata Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Komang Tri Yudartha Widnyana Program Studi Fisioterapi, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Pendidikan Nasional, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25078/jyk.v9i1.5787

Keywords:

Kecerdasan Emosional, Kemampuan Komunikasi Interpersonal, Petugas Pelacakan Kontak (Tracer), COVID-19

Abstract

Pelaksanaan pelacakan kontak COVID-19 di Provinsi Bali belum berjalan optimal, meskipun merupakan salah satu strategi utama dalam pengendalian penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan komunikasi interpersonal petugas pelacakan kontak (tracer) COVID-19 di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan petugas tracer di puskesmas pada ketiga wilayah tersebut. Sampel sebanyak 121 responden dipilih menggunakan teknik total sampling (non-probability sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner elektronik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (81,0%), berusia ≤26 tahun (60,3%), belum menikah (53,7%), berpendidikan sarjana (54,4%), dan memiliki masa kerja ≤3 tahun (58,7%). Mayoritas responden memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi serta kemampuan komunikasi interpersonal yang sangat tinggi (61,2%). Analisis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, masa kerja, dan wilayah kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi interpersonal. Dibandingkan dengan Kota Denpasar, kemampuan komunikasi interpersonal di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar masing-masing lebih rendah sebesar 5,063 dan 8,015. Meskipun demikian, tingginya kemampuan komunikasi interpersonal secara individu belum sepenuhnya sejalan dengan capaian pelacakan kontak di lapangan yang masih rendah. Hal ini menunjukkan adanya faktor lain di luar individu yang turut memengaruhi keberhasilan pelaksanaan pelacakan kontak. Oleh karena itu, selain peningkatan kapasitas individu melalui pelatihan kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal, diperlukan pula penguatan sistem serta peningkatan kepercayaan masyarakat guna mendukung efektivitas program pelacakan kontak COVID-19.

Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kemampuan Komunikasi Interpersonal, Petugas Pelacakan Kontak (Tracer), COVID-19

References

Aithal, A., Kumar, N., Gunasegeran, P., Sundaram, S., Rong, L., & Prabhu, S. (2016). A survey-based study of emotional intelligence as it relates to gender and academic performance of medical students. Education for Health: Change in Learning and Practice, 29(3), 255–258.

Amini, M., Rastegar, A., & Khodadadi, M. R. (2019). Emotional intelligence and communication skills: A correlational study. Journal of Education and Health Promotion, 8(128), 1–7.

Bolton, R. N., & Olney, T. J. (2020). Communication in the age of COVID-19: The influence of social media, news media, and interpersonal communication on financial market uncertainty. Journal of Business Research, 117, 284–294.

Brown, K. A., & Khurana, S. (2020). Contact tracing: A public health strategy to control COVID-19. Canadian Medical Association Journal, 192(19), E511–E512.

DeFleur, M. H., Kearney, P., Plax, T. G., & DeFleur, M. L. (2014). Fundamentals of human communication: Social science in everyday life (4th ed.). McGraw-Hill Education.

Erkayiran, H., & Demirkiran, M. (2018). The effect of emotional intelligence intervention on interpersonal relationship styles and emotional intelligence: A quasi-experimental study. Journal of Education and Practice, 9(23), 93–104.

Firdausi, N., & Rosyada, D. F. (2019). Gambaran kemampuan komunikasi interpersonal petugas kesehatan dan kepuasan atas pelayanan pasien di klinik GMC HC (Skripsi). Universitas Gadjah Mada. http://etd.repository.ug.ac.id/penelitian/detail/173898#filepdf

Goleman, D. (2015). Kecerdasan emosi: Mengapa EI lebih penting daripada IQ (Hermaya, Trans.). PT Gramedia Pustaka Utama.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku pelacakan kontak (contact tracing) kasus COVID-19. Kementerian Kesehatan RI.

Linehan, M. M. (2015). DBT skills training manual. Guilford Publications.

Mahvar, T., Mohammadi, N., Seyedfatemi, N., & Vedadhir, A. (2020). Interpersonal communication among critical care nurses: An ethnographic study. Journal of Caring Sciences, 9(1), 57–64. https://doi.org/10.34172/jcs.2020.009

Majeed, M., & Asim, M. (2021). The role of interpersonal skills in effective contact tracing of COVID-19. Journal of Public Health Management and Practice, 27(Suppl 1), S27–S29.

Mayer, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2008). Emotional intelligence: New ability or eclectic traits? American Psychologist, 63(6), 503–517.

Pemerintah Provinsi Bali. (2021). Update penanganan COVID-19 di Provinsi Bali, Sabtu 28 Agustus 2021. Pemerintah Provinsi Bali.

Raišiene, A. G., Rapuano, V., Varkulevičiute, K., & Stachová, K. (2020). Working from home—Who is happy? A survey of Lithuania’s employees during the COVID-19 quarantine period. Sustainability, 12(13), 1–21.

Reisetter, M., Korcuska, J. S., & Kessler, M. L. (2014). Assessing the impact of emotional intelligence training on counselor trainees. Counselor Education and Supervision, 53(4), 253–266.

Sahputra, D., Syahniar, S., & Marjohan, M. (2016). Kontribusi kepercayaan diri dan kecerdasan emosi terhadap komunikasi interpersonal siswa serta implikasinya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Counselor, 5(3), 182–193.

Sayuti, L. (2021). Kecerdasan emosional dan persepsi individu terhadap upaya pengendalian COVID-19: Studi pada petugas tracer di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 12–22.

Sari, L., & Ariyanto, A. (2019). Pelatihan komunikasi interpersonal berbasis kompetensi untuk meningkatkan komunikasi kerja tim kelompok kader posyandu. Ilmu dan Budaya, 41(62), 7305–7330.

Tuncer, A. M., & Demiralp, M. (2016). The relationship between emotional intelligence and communication skills: A study on health professionals. Electronic Physician, 8(3), 2083–2088.

World Health Organization. (2021). Contact tracing in the context of COVID-19. World Health Organization.

Published

2026-03-31

Versions

Issue

Section