Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal Petugas Pelacakan Kontak (Tracer) COVID-19 di Provinsi Bali

Penulis

  • Ni Putu Shinta Utari Dewi Program Studi Yoga Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Made Swasti Wulanyani Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • I Made Subrata Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Komang Tri Yudartha Widnyana Program Studi Fisioterapi, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Pendidikan Nasional, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25078/jyk.v9i1.5787

Kata Kunci:

Kecerdasan Emosional, Kemampuan Komunikasi Interpersonal, Petugas Pelacakan Kontak (Tracer), COVID-19

Abstrak

Penelusuran kontak COVID-19 di Provinsi Bali menghadapi kendala dari berbagai aspek, termasuk petugas, kasus terkonfirmasi, kontak erat, masyarakat, dan program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan komunikasi interpersonal petugas pelacakan kontak (tracer) COVID-19 di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan seluruh puskesmas di Denpasar, Badung, dan Gianyar, Provinsi Bali. Sampel sebanyak 121 orang dipilih secara non-probabilitas. Variabel utama yang diteliti adalah kecerdasan emosional dan kemampuan komunikasi interpersonal, serta variabel sosiodemografi lainnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif serta uji hipotesis regresi linier sederhana dan berganda. Mayoritas petugas tracer adalah perempuan (81,0%) dengan usia ≤ 26 tahun (60,3%) dan belum menikah (53,7%). Mayoritas memiliki pendidikan Sarjana/S1 (54,4%) dan masa kerja ≤ 3 tahun (58,7%). Meskipun hanya 6,6% petugas tracer memiliki kecerdasan emosional sangat tinggi, sebagian besar (77,7%) memiliki tingkat kecerdasan emosional yang cukup tinggi. Kemampuan komunikasi interpersonal petugas tracer sangat tinggi (61,2%) dengan pengaruh positif dari kecerdasan emosional, masa kerja, dan wilayah kerja. Di Badung, kemampuan komunikasi lebih rendah 5,063 dibandingkan Denpasar. Di Gianyar, lebih rendah 8,015 dibandingkan Denpasar. Kemampuan komunikasi interpersonal petugas tracer COVID-19 dipengaruhi positif oleh kecerdasan emosional dan masa kerja. Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal antara wilayah kerja, lebih rendah di Badung dan Gianyar dibandingkan Denpasar. Perhatian dan upaya diperlukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal di Badung dan Gianyar.

Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kemampuan Komunikasi Interpersonal, Petugas Pelacakan Kontak (Tracer), COVID-19

Referensi

Aithal, A., Kumar, N., Gunasegeran, P., Sundaram, S., Rong, L., & Prabhu, S. (2016). A survey-based study of emotional intelligence as it relates to gender and academic performance of medical students. Education for Health: Change in Learning and Practice, 29(3), 255–258.

Amini, M., Rastegar, A., & Khodadadi, M. R. (2019). Emotional intelligence and communication skills: A correlational study. Journal of Education and Health Promotion, 8(128), 1–7.

Bolton, R. N., & Olney, T. J. (2020). Communication in the age of COVID-19: The influence of social media, news media, and interpersonal communication on financial market uncertainty. Journal of Business Research, 117, 284–294.

Brown, K. A., & Khurana, S. (2020). Contact tracing: A public health strategy to control COVID-19. Canadian Medical Association Journal, 192(19), E511–E512.

DeFleur, M. H., Kearney, P., Plax, T. G., & DeFleur, M. L. (2014). Fundamentals of human communication: Social science in everyday life (4th ed.). McGraw-Hill Education.

Erkayiran, H., & Demirkiran, M. (2018). The effect of emotional intelligence intervention on interpersonal relationship styles and emotional intelligence: A quasi-experimental study. Journal of Education and Practice, 9(23), 93–104.

Firdausi, N., & Rosyada, D. F. (2019). Gambaran kemampuan komunikasi interpersonal petugas kesehatan dan kepuasan atas pelayanan pasien di klinik GMC HC (Skripsi). Universitas Gadjah Mada. http://etd.repository.ug.ac.id/penelitian/detail/173898#filepdf

Goleman, D. (2015). Kecerdasan emosi: Mengapa EI lebih penting daripada IQ (Hermaya, Trans.). PT Gramedia Pustaka Utama.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku pelacakan kontak (contact tracing) kasus COVID-19. Kementerian Kesehatan RI.

Linehan, M. M. (2015). DBT skills training manual. Guilford Publications.

Mahvar, T., Mohammadi, N., Seyedfatemi, N., & Vedadhir, A. (2020). Interpersonal communication among critical care nurses: An ethnographic study. Journal of Caring Sciences, 9(1), 57–64. https://doi.org/10.34172/jcs.2020.009

Majeed, M., & Asim, M. (2021). The role of interpersonal skills in effective contact tracing of COVID-19. Journal of Public Health Management and Practice, 27(Suppl 1), S27–S29.

Mayer, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2008). Emotional intelligence: New ability or eclectic traits? American Psychologist, 63(6), 503–517.

Pemerintah Provinsi Bali. (2021). Update penanganan COVID-19 di Provinsi Bali, Sabtu 28 Agustus 2021. Pemerintah Provinsi Bali.

Raišiene, A. G., Rapuano, V., Varkulevičiute, K., & Stachová, K. (2020). Working from home—Who is happy? A survey of Lithuania’s employees during the COVID-19 quarantine period. Sustainability, 12(13), 1–21.

Reisetter, M., Korcuska, J. S., & Kessler, M. L. (2014). Assessing the impact of emotional intelligence training on counselor trainees. Counselor Education and Supervision, 53(4), 253–266.

Sahputra, D., Syahniar, S., & Marjohan, M. (2016). Kontribusi kepercayaan diri dan kecerdasan emosi terhadap komunikasi interpersonal siswa serta implikasinya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Counselor, 5(3), 182–193.

Sayuti, L. (2021). Kecerdasan emosional dan persepsi individu terhadap upaya pengendalian COVID-19: Studi pada petugas tracer di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 12–22.

Sari, L., & Ariyanto, A. (2019). Pelatihan komunikasi interpersonal berbasis kompetensi untuk meningkatkan komunikasi kerja tim kelompok kader posyandu. Ilmu dan Budaya, 41(62), 7305–7330.

Tuncer, A. M., & Demiralp, M. (2016). The relationship between emotional intelligence and communication skills: A study on health professionals. Electronic Physician, 8(3), 2083–2088.

World Health Organization. (2021). Contact tracing in the context of COVID-19. World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31 — Diperbaharui pada 2026-03-31

Versi

Terbitan

Bagian

Yoga dan Kesehatan