N Nilai Pendidikan Pada Lontar Cakragni dan Relevansinya di Masa Pandemi Covid-19

Penulis

  • Anggun Wendraswari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/japam.v3i01.795

Kata Kunci:

Lontar Cakrani, Pandemi Covid 19

Abstrak

Pandemi Covid-19 menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia Salah satu yang terkena dampak dari Covid-19 ini adalah pendidikan Indonesia. Semenjak kebijakan Lock Down diterapkan, semua siswa melakukan aktvitas belajar secara online dari rumah, tentunya mempengaruhi peserta didik dalam  pemahaman agama khususnya karya sastra atau sastra lama. Bagi masyarakat bali lontar dianggap sebagai pustaka yang menyimpan ajaran-ajaran suci keagamaan, di samping itu dipergunakan sebagai alat atau media, untuk menyampaikan ajaran-ajaran Agama Hindu. Lontar merupakan karya sastra klasik yang mengandung aspek-aspek etis, estetis dan religious Lontar Cakragni adalah lontar yang menguraikan masalah penyakit dan pengobatan. Di dalam Lontar Cakragni diuraikan mengenai penyakit, cara penyembuhannya, sarana yang digunakan, Metode penentuan informan menggunakan porvosif sampling. Adapun nilai-nilai pendidikan yang bisa dikaji yaitu Nilai Pendidikan Tattwa (Filsafat) dalam Lontar Cakragni, Nilai Pendidikan Etika dalam Lontar Cakragni Nilai Pendidikan Ritual dalam Lontar Cakragni, Lontar Cakragni merupakan salah satu lontar Tattwa dari sekian banyak lontar yang ada di Bali yang berbentuk Tutur, Nilai pendidikan tattwa dan nilai pendidikan etika. Nilai pendidikan tattwa lebih menekankan pada kekuatan yang timbul dari beberapa unsur dalam tubuh manusia, yang nantinya dari kekuatan yang timbul akibat beberapa unsur kekuatan tersebut bisa membawa seseorang pada kemampuan spiritual dan mampu membawa seseorang pada pencapaian kelepasan

 

Referensi

Ardana, I. K. (2012). SEKALA NISKALA: Realitas Kehidupan Dalam Dimensi Rwa Bhineda. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 8(1).

Donder, I. K. (2007). Kosmologi Hindu: Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan Serta Penciptaan Kembali Alam Semesta. Surabaya: Paramita.

Jaman, I G. (1998). Membina Keluarga Sejahtera (Grha Jagatdhita). Surabaya: Paramita

Nala, N. (1993). Usada Bali. Denpasar: PT Upada Sastra

Puniyatmadja, I. B. O. (1974). Cilakrama. Terjemahan. Parisadha Hindu Dharma Pusat.

Rai, S. W. I. (2001). Rwa Bineda dalam Berkesenian Bali. Jurnal Seni Budaya Mudra, (11).

Robson,5.0. (1978). Pengkajian Sastrafi Sastra Tradisional. Indonesia. Bahasa dan Sastrano. 6 (IV). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Suatama, I. B. (2019). Multikulturalisme Usada Bali. Widya Kesehatan, 1(1), 11-17.

Subagiasta, I K. (2008). Pengantar Acara Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Sura, I G. (1991). Agama Hindu Sebuah Pengantar. Denpasar: CV Kayumas Agung.

Wiana, K. (2006). Memahami Perbedaan Catur Warna, Kasta dan Wangsa. Surabaya: Paramita

Sukadi. (2011). Peran Ilmu Sosial dan Humaniora dalam Pembelajaran Agama. Makalah Seminar di Pascasarjana IHD Negeri Denpasar, Tidak diterbitkan.

Suparlan, P. (2023). 'Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural'. In Makalah dalam Seminar Pendidikan Multikultural dan Revitalisasi Hukum Adat dalam Perspektif Budaya. Bogor: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Tanu, I. K. (2008). Isu-isu Kontemporer Pendidikan Agama Hindu di Sekolah Dasar (Perspektif Kritis Culture Studies). Denpasar: Sari Khayangan Indonesia.

Titib, I. M. (2003). Teologi dan Simbol-simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Wentas, R. (2019). Pendidikan Agama Hindu Berbasis Budaya dalam Membentuk Karakter Peserta didik . Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 10(1), 66-82.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-30

Terbitan

Bagian

Artikel
Abstrak viewed = 137 times