MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME
DOI:
https://doi.org/10.25078/japam.v3i01.1504Kata Kunci:
Merdeka Belajar, Pembelajaran Agama Hindu, Pendidikan, ProgresivismeAbstrak
Merdeka belajar merupakan suatu kebijakan baru dalam pendidikan di Indonesia yang menghendaki suatu perubahan besar yang lebih baik dari pendidikan yang sebelumnya. Merdeka belajar hadir sebagai instrumen yang lahir dari penggabungan teori pendidikan dan kebijakan sebelumnya. Merdeka belajar dan filsafat pendidikan progresivisme memiliki tujuan yang sama yakni memberikan ruang yang luas kepada peserta didik, guru, dan juga lembaga pendidikan untuk mendesain rangkaian pembelajaran yang membebaskan, demokrasi, kemerdekaan dan juga bebas untuk melakukan inovasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis, serta menggunakan pola analisis data Miles dan Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini adalah filsafat pendidikan progresivisme menekankan bahwa anak didik harus berkembang secara alami, pengalaman menjadi kata kunci dalam memotivasi belajar anak, guru bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran, dan kurikulum harus dirancang dengan berpusat kepada siswa. Konsep merdeka belajar secara prinsip memberikan ruang yang lebar terhadap penggalian potensi terbesar bagi para guru dan juga siswa untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Kemudian secara aplikatif merdeka belajar dalam pembelajaran agama Hindu yakni dengan memberikan ruang kepada siswa, guru dan juga sekolah untuk senantiasa merdeka dalam berpikir, merdeka dalam berinovasi, daan merdeka dalam berkreativitas sehingga konsep pendidikan yang bertumpu pada “sa vidya ya vimuktaye” atau pembelajaran adalah yang membebaskan manusia dapat tercapai.
Referensi
Atmadja, A. T., & Atmadja, N. B. (2008). Sertifikasi Guru: Memperkaya atau Menyejahterakan? (Perspektif Semiotika Komunikasi). Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 41(1).
Bakker, Anton., & Zubair, A. Charris. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
Bernadib, I. (1997). Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode. Yogyakarta: Andi Offset.
Budiwati, R., & Fauziati, E. (2022). Merdeka Belajar dalam Perspektif Ki Hadjar Dewantara. Eelementa: Jurnal PGSD STKIP PGRI Banjarmasin, 4(1), 15–24. https://doi.org/10.33654/pgsd
Daga, A. T. (2021). Makna Merdeka Belajar dan Penguatan Peran Guru di Sekolah Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1075–1090. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1279
Eliana, H. U., Richardo, R., & Aksen Cahdriyana, R. (2021). Progresivisme dan Perspektifnya Terhadap Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 8(1), 35–44. http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/journals/index.php/idealmathedu/
Faiz, A., & Kurniawaty, I. (2020). Konsep Merdeka Belajar Pendidikan Indonesia dalam Perspektif Filsafat Progresivisme. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(2), 155–164.
Gunada, I. W. A. (2020). Nilai Susila dalam Sloka Hindu untuk Penguatan Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik. Jurnal Binawakya, 14(8), 3035–3054.
Gutek, L. G. (1997). Philosophical and Ideological Perspectives on Education. USA: A Viacom Company.
Jalaluddin, & Idi, A. (2002). Filsafat Pendidikan: Manusia, Filsafat dan Pendidikan. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Kemdikbud. (2020). Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI.
Kho, L. (2007). Homeschooling untuk Anak: Mengapa tidak? Yogyakarta: Kanisius.
Kilpatrick, W. H. (1980). The Philosophy of Education. New York: Oxford University Press.
Kneller, G. F. (1971). Introduction to The Philosophy of Education. California: University of California.
Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep Merdeka Belajar Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(1), 141–147.
Nanuru, R. F. (2013). Progresivisme Pendidikan dan Relevansinya di Indonesia. Jurnal UNIERA, 2(2), 132–143.
Ornstein, A., & Levine, Daniel. U. (2007). Foundations of Educations. USA: Wadsworth.
Pohan, J. E. (2019). Filsafat Pendidikan: Teori Klasik Hingga Postmodernisme dan Problematikanya di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Pratama, T. (2015). Pemikiran Pendidikan H.A.R Tilaar dalam Perspektif Progresivisme [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Purwadhi. (2019). Pembelajaran Inovatif dalam Pembentukan Karakter Siswa. Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia Untuk Kajian Pendidikan, 4(1), 21–34.
Putra, R. A., Kamil, M., & Pramudia, J. R. (2017). Penerapan Metode Pembelajaran Mandiri dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi pada Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Bina Mandiri Cipageran). Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 1(1), 23–36.
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak. Jurnal Basiedu, 6(4), 6313–6319.
Ruslan. (2018). Perspektif Aliran Filsafat Progresivisme tentang Perkembangan Peserta Didik. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(2), 211–217.
Sopacua, J., & Fadli, M. R. (2022). Konsep Pendidikan Merdeka Belajar Perspektif Filsafat Progresivisme: The Emancipated Learning Concept of Education in Progressivism Philosophy Perspective. Potret Pemikiran, 26(1), 1–14. http://journal.iain-manado.ac.id/index.php/PP
Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Nasional.



