Bhuta Yajna Dalam Teks Aji Swamandala

Penulis

  • Hari Harsananda Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Anak Agung Ayu Alit Widyawati Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sphatika.v16i1.4799

Kata Kunci:

Bhuta Yajna, Aji Swamandala

Abstrak

Bhuta Yajna adalah bagian dari lima upacara Yajna yang umum dilaksanakan di Bali, melalui Bhuta Yajna manusia menujaga keseimbangan alam yang merupakan implementasi dari ajaran Tri Hita Karana. Salah satau teks yang membahas Bhuta Yajna ini adalah teks Aji Swamandala. Pengkajian ajaran Bhuta Yajna dalam teks ini merupakan salah satu bentuk penelitian kualitatif yang menggunakan teori hermeneutika dalam membedahnya dengan menggunakan sumber primer Teks Aji Swamandala yang telah dialih bahasanakan dan dialih Aksarakan. Adapun bentuk dari Bhuta Yajna dalam teks Aji Swamandala adalah Caru yang spesifik membahas Caruning Sasih atau caru yang berfungsi menjaga harmonisasi waktu dan Tawur Kesanga yang merupakan Caruning Palemahan yang berfungsi untuk mengharmonisasi alam dan menjaga alam tetap damai. Makna teologis yang ada dalam praktik Bhuta Yajna ini adalah Makna Teologi Totemisme yang berawal dari animisme yang meyakini adanya roh yang meliputi seisi dunia sehingga dalam teologi totem memandang, hewan dan tumbuhan dapat menjadi kurban substitusi dari manusia dalam upaya mewujudkan dunia yang harmonis.

Referensi

Ambarnuari, M. (2016). Teo-Kosmologi dalam teks Bhuwan Mahbah. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Ardiyasa, N. S. (2019). Mitigasi Spritual Dalam Naskah Lontar Roga Sanghara Bhumi. Sanjiwani, 10(1), 27–36.

Astuti, I. G. A., Sura, I. G., Dalem, I. G. K., & Sukayasa, I. W. (2000). Aji Swamandala. Kantor Dokumentasi Budaya Bali.

Bagus, L. (2005). Kamus Filsafat (1st ed.). PT. Gramedia. Jakarta

Donder, I. K. (2007). VIRATVIDYA Kosmologi Hindu: Penciptaan Pemeliharaan,Dan Peleburan Serta Penciptaan Kembali Alam Semesta (1st ed.). Paramita.

Harsananda, H. (2021a). Mistisisme Ekstraversif dalam Teks Panugrahan Dalem. JURNALYOGA DAN KESEHATAN, 4(2), 228–238. http://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/jyk

Harsananda, H. (2021b). Strukturasi Ajaran Tattwa Dalam Teks Tattwa Jnana. 4(2). http://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/kamaya

Harsananda, H., & Gaduh, A. W. (2021). Hyper-Ritualitas : antara Determinisme Teknologi dan Hindu Nusantara. 12(1), 78–87.

Kajeng, I. N., & Dkk. (1997). Sarasamuccaya. Paramitha.

Pals, D. L. (2012). Seven Theories Of Religion (2nd ed.). IRCiSoD.

Putra, I. G. A. G., & Sadia, I. W. (1998). Vrhaspati Tattwa (I. W. Maswinara, Ed.; 1st ed.). Paramita.

Sudiana, I. G. N. (2018). Caru Dalam Upacara di Bali. IHDN Press.

Titib, I. M. (1996). Veda Sabda Suci : Pedoman Praktis Kehidupan. Paramita.

Wiana, I. K. (2004). makna Upacara Yajna dalam Agama Hindu. Paramita Surabaya.

Wikarman, I. N. S. (1998). Caru Palemahan dan Sasih. Paramita.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-31

Cara Mengutip

Harsananda, H., & Anak Agung Ayu Alit Widyawati. (2025). Bhuta Yajna Dalam Teks Aji Swamandala. Sphatika: Jurnal Teologi, 16(1), 14–27. https://doi.org/10.25078/sphatika.v16i1.4799

Terbitan

Bagian

##section.default.title##
Abstrak viewed = 122 times