MARTABAT MANUSIA SEBAGAI KESADARAN SVAYAM PRAKĀŚA: KRITIK ATAS REDUKSI BIOLOGIS DAN RASIONALITAS MODERN

Penulis

  • I Komang Suastika Arimbawa Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa

DOI:

https://doi.org/10.25078/sjf.v17i2.7114

Kata Kunci:

martabat manusia; reduksionisme biologis; rasionalisme modern; kesadaran; svayam prakāśa; Advaita Vedānta.

Abstrak

Artikel ini berupaya untuk merekonstruksi martabat manusia, bukan dari sudut pandang biologis atau rasionalistik semata, tetapi dari kesadaran itu sendiri. Dalam pemikiran kontemporer, manusia sering dianggap hanya sebagai kumpulan sel hasil evolusi, atau mesin berpikir yang nilainya diukur dari seberapa cerdas atau produktif ia bisa jadi. Cara pandang seperti ini melekat erat dengan logika teknokratis yang menempatkan manusia sebagai sistem biologis yang bisa diatur dan dioptimalkan, atau agen rasional yang tugas utamanya adalah menghasilkan. Melalui pendekatan filosofis-kritis dan pembacaan hermeneutik atas berbagai sumber, artikel ini menyoroti kekurangan pandangan biologis dan rasionalistik dalam memahami pengalaman kesadaran dan kedalaman batin manusia. Sebagai jalan keluar, penulis menawarkan konsep svayam prakāśa dari tradisi Advaita Vedānta sebagai dasar ontologis untuk martabat manusia. Kesadaran, di sini, bukan sekadar efek samping tubuh atau pikiran, tetapi realitas yang menerangi dirinya sendiri, tidak memerlukan objek, tidak bergantung pada apapun di luar dirinya. Dengan begitu, manusia tidak hanya “memiliki” kesadaran, manusia adalah kesadaran itu sendiri. Martabat manusia muncul dari dalam, melekat secara ontologis, tidak tergantung pada tubuh, kecerdasan, atau kondisi empiris. Sumbangan utama artikel ini adalah menggeser cara pandang, dari manusia sebagai alat atau mesin menuju pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensi, terutama di tengah dunia yang semakin dikuasai logika teknologi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Artikel