EROSI OTORITAS PENGETAHUAN: KAJIAN EPISTEMOLOGIS TERHADAP FENOMENA POST-TRUTH DAN SKEPTISISME ILMIAH DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.25078/sjf.v17i2.6390Kata Kunci:
erosi otoritas pengetahuan, epistemologi post- truth, catur pramāṇa, epistemologi Hindu, kesesatan berpikir.Abstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena erosi otoritas pengetahuan dalam konteks masyarakat kontemporer, khususnya pada era post-truth yang ditandai oleh melemahnya legitimasi kepakaran dan meningkatnya dominasi opini publik berbasis emosi, identitas, serta preferensi personal. Otoritas ilmiah yang selama ini dibangun atas fondasi rasionalitas, metodologi sistematis, dan verifikasi empiris semakin sering dipertanyakan, terutama dalam isu-isu strategis seperti kesehatan, lingkungan, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis filosofis dan epistemologis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap delegitimasi otoritas ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa erosi otoritas pengetahuan dipengaruhi oleh dua dimensi utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi bias kognitif, kesesatan berpikir (logical fallacy), serta kecenderungan psikologis yang telah diantisipasi secara klasik dalam konsep idols oleh Francis Bacon. Sementara itu, faktor eksternal mencakup transformasi lanskap digital, algoritma media sosial, ekonomi atensi, praktik jurnalisme yang lemah, serta rendahnya literasi media masyarakat. Interaksi antara kedua faktor tersebut menciptakan kondisi di mana popularitas sering kali menggantikan kredibilitas, dan narasi emosional lebih berpengaruh dibanding argumentasi rasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis otoritas ilmiah bukan sekadar persoalan kegagalan para ahli, melainkan problem epistemologis yang lebih luas dalam struktur sosial dan budaya digital modern. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi kritis, revitalisasi etika komunikasi ilmiah, serta refleksi filosofis yang mendalam guna memulihkan kepercayaan publik terhadap pengetahuan berbasis metode ilmiah.

















