MANUSIA SEBAGAI PROSES BERTUBUH: MEMBACA MERLEAU-PONTY MELALUI PERSPEKTIF FILSAFAT ORGANISME WHITEHEAD

Penulis

  • Krisna Yogiswari Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • Sujaelanto Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Jawa Dwipa Klaten

DOI:

https://doi.org/10.25078/sjf.v17i2.5580

Kata Kunci:

Fenomenologi tubuh, kebiasaan tubuh (habit), ontologi proses, koherensi analogis, kognisi enaktif

Abstrak

Artikel ini menelaah gagasan “manusia eksistensial” Maurice Merleau-Ponty melalui kacamata filsafat organisme Alfred North Whitehead. Pertanyaan kunci dalam penelitian ini adalah sejauh mana deskripsi Merleau-Ponty tentang manusia sebagai makhluk yang selalu berada di dunia melalui tubuh, kebiasaan, dan relasi antar-tubuh selaras dengan pandangan Whitehead bahwa realitas merupakan proses yang tersusun dari entitas aktual, prehension, concrescence, dan personally ordered society? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bidang filsafat degan metode yang bersifat rekonstruksi satu arah dan heuristik: konsep-konsep kunci Merleau-Ponty dipetakan secara analogis ke kategori proses Whitehead dengan aturan yang eksplisit, kemudian diuji melalui pencarian celah titik untuk menilai koherensi. Terdapat tiga temuan utama dalam penelitian ini, yakni Pertama, kedua kerangka sama-sama menolak substansialisme dan dualisme seraya menekankan relasionalitas serta temporalitas; koherensi dapat dipertahankan selama perbedaan status deskriptif fenomenologis dan status ontologis spekulatif tetap dijaga. Kedua, kebiasaan dan keterjalinan tubuh dapat dipahami sebagai keberlanjutan pola prehensif yang menjelaskan kestabilan relatif diri dalam perubahan. Ketiga, terdapat batas yang jelas: intensionalitas pengalaman tidak identik dengan prehension; la chair hanya berkorelasi lemah dengan extensive continuum; serta terdapat perbedaan skala antara waktu hidup fenomenologis dan proses konkresensi kosmologis. Kesimpulannya, manusia masuk akal dipikir sebagai “proses bertubuh” sebagai hasil rekonstruksi heuristik yang berhati-hati. Implikasi meliputi penjelasan tindakan, etika relasional, dan dialog dengan sains kognitif enaktif.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Artikel