REFLEKSI FILOSOFIS TERHADAP BUNYI KOSMIK DAN MUSIK DALAM MEWUJUDKAN HARMONI KEHIDUPAN

Penulis

  • Prasanthy Devi Maheswari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Jyothi Devi Krishnanandayani Institut Seni Indonesia, Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/sjf.v16i1.5567

Abstrak

Kajian ini merupakan refleksi filosofis mengenai makna bunyi kosmik (nāda brahman) dan musik dalam tradisi filsafat Hindu sebagai media kontemplatif dan transformatif untuk mewujudkan harmoni kehidupan. Penelitian ini hadir untuk menggali kembali dimensi metafisis, estetis, dan praksis dari pengalaman musikal sebagaimana dipahami dalam teks-teks Hindu klasik. Penelitian ini bertujuan menunjukkan bahwa bunyi dan musik, ketika dipahami secara filosofis, dapat menjadi medium bagi pembentukan harmoni kehidupan serta transformasi kesadaran menuju kesadaran kosmik yang utuh dan integral. Dalam ṭyaśāstra, sebagai teks fundamental seni klasik India, Bharata Muni memposisikan musik (gāndharva) sebagai manifestasi langsung dari prinsip kosmik, yakni perwujudan ritme universal melalui medium estetika. Seni, dalam kerangka ini, dipahami sebagai ekspresi gerak kosmik yang berfungsi membangkitkan kesadaran melalui pengalaman rasa. Melalui pendekatan hermeneutika dan fenomenologis, kajian ini menyingkap integrasi dimensi metafisik, estetis, dan praksis dalam pengalaman musikal manusia. Hasil refleksi menunjukkan bahwa pengalaman estetis, sebagaimana dirumuskan dalam ṭyaśāstra, memiliki daya transformatif: menggugah emosional, menyelaraskan struktur psikis, dan membuka jalan menuju kesadaran yang lebih tinggi. Dengan demikian, bunyi dan musik kosmik tidak hanya merepresentasikan harmoni, tetapi menjadi medium realisasi diri—sebagai proses penyatuan mikrokosmos (manusia) dengan makrokosmos (semesta), yang menegaskan bahwa seluruh realitas pada hakikatnya bergetar dalam satu ritme kosmik universal.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-31

Terbitan

Bagian

##section.default.title##
Abstrak viewed = 66 times