KEHIDUPAN BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA KRITIS JÜRGEN HABERMAS
Kata Kunci:
Jurgen Habermas, Hermeneutik Kritis, AgamaAbstrak
Fokus studi ini adalah mengkaji konsep hermeneutik kritis Jurgen Habermas serta sumbangannya bagi penghayatan hidup beragama di Indonesia. Kehidupan beragama dewasa ini cenderung tergerus oleh berbagai ideologi dan kepentingan yang berpotensi merusak relasi sosial antarumat. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mengajukan pertanyaan: (1) bagaimana konsep hermeneutik kritis Jurgen Habermas dalam membongkar kepentingan ideologis di balik otoritas dan tradisi? dan (2) bagaimana relevansi konsep tersebut dalam membangun etika hidup beragama yang inklusif di Indonesia?
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan hermeneutik kritis. Analisis dilakukan melalui interpretasi teks secara kritis-reflektif dengan menelusuri dimensi ideologis, relasi kuasa, serta distorsi komunikasi dalam praktik keberagamaan. Pendekatan ini juga diperkaya dengan analisis diskursus untuk mengungkap kepentingan tersembunyi yang memengaruhi pemahaman keagamaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutik kritis Jurgen Habermas menawarkan kerangka kerja yang relevan dalam mengembangkan etika hidup beragama yang dialogis, rasional, dan inklusif. Pendekatan ini mendorong terciptanya komunikasi yang bebas dari dominasi, manipulasi, dan represi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis dalam menghadapi pluralitas. Dengan demikian, hermeneutik kritis berkontribusi dalam membangun kehidupan beragama yang lebih harmonis, adil, dan toleran di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
















