A PariwiPARIWISATA ADAT PESISIR: EKSPLORASI NILAI-NILAI TRADISIONAL DALAM UPACARA NADRAN INDRAMAYU sata Adat Pesisir: Eksplorasi Nilai-Nilai Tradisional dalam Upacara Nadran Indramayu

Penulis

  • Isad Suhaeb Universitas Negeri Sebelas Maret
  • Eva Farhah Universitas Negeri Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.25078/pariwisata.v10i2.5014

Kata Kunci:

Nadran, cultural tourism, coastal tradition, local values, Indramayu

Abstrak

  • Upacara Nadran merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir di Indramayu yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah. Ritual ini mencerminkan nilai-nilai budaya lokal yang kaya, seperti solidaritas sosial, spiritualitas maritim, dan pelestarian lingkungan laut. Nadran tidak hanya menjadi manifestasi keyakinan religius, tetapi juga bagian integral dari identitas budaya komunitas nelayan. Tradisi ini mengandung unsur simbolik yang merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam upacara Nadran serta menelaah potensinya sebagai daya tarik pariwisata budaya berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap tokoh adat, nelayan, dan pemangku kepentingan lokal, serta dokumentasi visual selama rangkaian acara Nadran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Nadran memiliki fungsi ganda, yakni sebagai ritual religius dan sebagai ajang ekspresi identitas kolektif masyarakat pesisir yang sarat makna simbolik. Potensi Nadran sebagai atraksi wisata budaya cukup besar apabila dikelola secara partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Pelibatan masyarakat lokal dalam pelestarian tradisi, edukasi wisatawan mengenai makna ritual, serta pengemasan atraksi secara kontekstual menjadi kunci utama dalam mengembangkan pariwisata adat yang menghargai nilai-nilai tradisional. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang integrasi antara pelestarian budaya lokal dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan pesisir.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afnan, D. (2018). Ritualisasi Nadran sebagai sarana komunikasi antara budaya dan agama. SOSFILKOM: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi, 12(01), 1–6.

Ahimsa-Putra, H. S. (2012). Simbolisme dalam budaya Nusantara. Yogyakarta: FIB UGM Press.

Alifi, R. (2020). Kebudayaan pesisir dan tradisi Nadran di Pantura Jawa. Jakarta: Pustaka Bahari.

Creswell, J. W. (2014). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Durkheim, É. (1912). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). New York: Free Press, 1995.

Durkheim, É. (1915). The elementary forms of the religious life. London: George Allen & Unwin.

Fakih, M. (2004). Analisis budaya: Perspektif kritis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fanegara, D. (2024). Tradisi Nadran dalam pembentukan solidaritas masyarakat nelayan: Penelitian di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu (Skripsi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung). Diakses dari https://digilib.uinsgd.ac.id/91520/

Fatkiyah, S. (2020). Makna tradisi Nadran dalam masyarakat nelayan: Studi pada masyarakat Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu (Diploma thesis). UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.

Heriyawati, Y., Wita, A., & Masunah, J. (2023). Nadran sebagai model festival pesisir di Cirebon. Panggung: Jurnal Seni Budaya, 33(2), 172–189.

Isanurcahyo, I. (2017). Eksistensi kearifan lokal tradisi upacara Nadran dalam era globalisasi (Universitas Brawijaya). Diakses dari https://repository.ub.ac.id/id/eprint/169936/1/ICHTIAR%20ISANURCAHYO%20%282%29.pdf

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (rev. ed.). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Padmasari, D. N., Resmadi, I., & Hidayat, S. (2020). Perancangan komik upacara adat “Nadran” demi melestarikan nilai filosofis di masyarakat Indramayu. eProceedings of Art & Design, 7(2), 1024–1033.

Pemerintah Kabupaten Indramayu. (n.d.). Nadran. Diakses dari https://indramayukab.go.id/nadran/

Picard, M., & Wood, R. E. (1997). Tourism, ethnicity, and the state in Asian and Pacific societies. Honolulu: University of Hawai‘i Press.

Rachmawati, L. (2018). Tradisi nelayan dan identitas komunitas pesisir: Studi kasus di Indramayu. Jurnal Etnografi Indonesia, 3(2), 87–99.

Ramadhan, D. S. (2017). Nilai-nilai sosial dalam tradisi Nadran (Sedekah Laut) sebagai bentuk solidaritas masyarakat nelayan di Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon (Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia). Diakses dari https://repository.upi.edu/32514/

Refisia Caturasa. (2023). Perubahan sosial masyarakat pesisir (Studi kasus di Desa Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat). Diakses dari https://www.academia.edu/96435420/PERUBAHAN_SOSIAL_MASYARAKAT_PESISIR_Studi_Kasus_di_Desa_Eretan_Wetan_Kandanghaur_Indramayu_Jawa_Barat_

Richards, G. (2007). Cultural tourism: Global and local perspectives. Binghamton: Haworth Press.

Salsabillah, M. K. Z. (2022). Makna simbolik ritual kepala kerbau dalam tradisi Nadran di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu (Skripsi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon). OMNICOM, 10(1). Diakses dari http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/7876

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249.

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhaeb, I., & Farhah, E. (2024). Menelusuri keindahan budaya Ngarot di Indramayu: Jejak tradisi dan kearifan lokal. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya, 9(2), 180–186.

Sutarto. (2007). Ritual dan tradisi masyarakat pesisir. Surabaya: LKiS.

Timothy, D. J., & Boyd, S. W. (2003). Heritage tourism. Harlow: Pearson Education.

Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633.

UNWTO. (2013). Sustainable tourism for development guidebook. Madrid: United Nations World Tourism Organization.

Diterbitkan

2025-09-13

Cara Mengutip

Suhaeb, I. ., & Eva Farhah. (2025). A PariwiPARIWISATA ADAT PESISIR: EKSPLORASI NILAI-NILAI TRADISIONAL DALAM UPACARA NADRAN INDRAMAYU sata Adat Pesisir: Eksplorasi Nilai-Nilai Tradisional dalam Upacara Nadran Indramayu. Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama Dan Budaya, 10(2), 128–140. https://doi.org/10.25078/pariwisata.v10i2.5014

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.