NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GAGURITAN PUTRA SASANA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER ANAK SUPUTRA
DOI:
https://doi.org/10.25078/vs.v11i1.4887Kata Kunci:
Pendidikan Agama Hindu, Gaguritan Putra Sasana, Anak SuputraAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Gaguritan Putra Sasana dan relevansinya dalam penguatan karakter anak yang berbudi luhur, beretika, dan berlandaskan pada ajaran dharma yang dikenal dengan anak suputra. Gaguritan Putra Sasana sebagai karya sastra tradisional Bali tidak hanya menyajikan keindahan bahasa dan sastra, tetapi juga memuat ajaran moral dan spiritual yang kontekstual dengan pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga. Karya sastra ini dapat dijadikan pedoman oleh keluarga, khususnya para orang tua, dalam menerapkan pendidikan agama Hindu kepada anak yang sejalan pula dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini menemukan bahwa dalam Gaguritan Putra Sasana terkandung ajaran tentang tanggung jawab anak suputra terhadap orang tua, pentingnya etika dalam tindakan, perkataan, dan pikiran (Tri Kaya Parisuddha), serta penanaman ajaran karmaphala sebagai landasan kontrol diri. Bentuk tanggung jawab anak suputra melalui konsep Rna atau hutang, khususnya pitra rna, yaitu kewajiban manusia terhadap orang tua atau leluhur. Cara untuk membayar hutang tersebut adalah dengan senantiasa menghormati orang tua melalui perilaku yang baik, yang pada akhirnya bertujuan untuk membahagiakan mereka. Secara keseluruhan, Gaguritan Putra Sasana menekankan bahwa salah satu bentuk tanggung jawab utama seorang anak suputra adalah membuat orang tua merasa bahagia, yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk tindakan positif. Karya sastra ini secara eksplisit menekankan peran orang tua dalam membimbing anak melalui pendidikan informal yang berlandaskan nilai-nilai pendidikan agama Hindu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gaguritan Putra Sasana memiliki kontribusi yang signifikan dalam memperkuat karakter anak suputra, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam praktik pendidikan agama dan moral dalam keluarga masa kini.



