KOEKSISTENSI KEAGAMAAN HINDU DAN BUDDHA DI SITUS GOA GAJAH: ANALISIS KONSTRUKSI SOSIAL BERGER DAN LUCKMANN DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA
Kata Kunci:
Goa Gajah, koeksistensi keagamaan, Siwa-Buddha, konstruksi sosial, moderasi beragamaAbstrak
Situs Goa Gajah merupakan tinggalan arkeologis yang memperlihatkan keberadaan unsur Siwa dan Buddha dalam satu lanskap sakral pada masa Bali Kuno. Penelitian ini berangkat dari perlunya memahami koeksistensi kedua tradisi tersebut serta relevansinya bagi penguatan moderasi beragama. Penelitian bertujuan menganalisis kedudukan Goa Gajah sebagai ruang keagamaan dan nilai koeksistensi Siwa-Buddha dalam perspektif konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Metode yang digunakan adalah kualitatif-interpretatif melalui observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trilingga, Ganesha, petirtaan, stupa, arca Dhyani Buddha, dan Hariti menunjukkan koeksistensi unsur Siwa dan Buddha. Eksternalisasi tampak melalui perwujudan keyakinan dalam ruang dan simbol keagamaan, sedangkan objektivasi terlihat pada terbentuknya tatanan ruang sakral yang memuat kedua tradisi. Internalisasi belum dapat ditetapkan sebagai temuan empiris berdasarkan data material. Koeksistensi tersebut dapat direfleksikan sebagai nilai penghargaan terhadap perbedaan dan keberagaman dalam penguatan moderasi beragama.







