TEKS SANG HYANG KAMAHĀYĀNIKAN (Kajian Teologi Hindu)

Penulis

  • Wayan Catur Mahasiswa
  • Relin D.E Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Prasanthy Devi Maheswari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Abstrak

Teks Sang Hyang Kamahāyānikan adalah salah satu teks kuno yang sangat penting dalam tradisi keagamaan dan kebudayaan Hindu Bali. Budaya populer dan gaya hidup modern yang menyebar melalui teknologi modern berpotensi mengikis pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai spirit yang termuat dalam teks Sang Hyang Kamahāyānikan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran punahnya pengetahuan tentang teks tersebut, sehingga identitas budaya masyarakat Hindu di Bali dapat perlahan-lahan memudar. Keberadaan teks Sang Hyang Kamahāyānikan juga memiliki nilai semiotik yang dalam, dimana simbol-simbol yang terdapat dalam teks ini melambangkan prinsip-prinsip kehidupan Hindu, seperti karmaphala (hasil perbuatan) dan moksa (pembebasan dari siklus kehidupan). Simbol-simbol ini digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan ajaran Hindu yang diyakini dapat membantu masyarakat mencapai kehidupan yang lebih harmonis.Tujuan dari penelitian ini Secara lebih spesifik, penelitian ini diarahkan untuk mencapai tiga sasaran utama:Memetakan konsep etika dan ajaran moralitas Buddha Mahayana yang terkandung dalam struktur tekstual Sang Hyang Kamahāyānika. Menganalisis bagaimana nilai-nilai asketisisme dan kesadaran kosmis dalam teks dapat diintegrasikan untuk membentengi identitas generasi muda dari disorientasi nilai akibat tekanan budaya populer global dan gaya hidup konsumtif. Merumuskan model internalisasi nilai luhur tersebut ke dalam panduan praktis pengembangan karakter yang adaptif terhadap perubahan zaman

Teori yang digunakan untuk membedah rumusan masalah yaitu:  teori semiotika, dan teori makna. Jenis penelitian kualitatif, dengan metode pendekatan kajian teks sumber data primer dan sekunder, menggunakan metode teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi ditunjang dengan teknik pengumpulan data menggunakan filsafat nyanya darsana yaitu catur pramana. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif, yang dijabarkan secara sistematis, terstruktur, dalam lima Bab menggunakan ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.

            Hasil penelitian menyatakan bahwa pertama Struktur ajaran teks Sang Hyang Kamahāyānikan yaitu: Stuktur dasar ajaran Tri Aksara (Kaya, Wak, Cita) Tatalaku Tapa dan Meditasi (Winaya, Tiga pilar, Cila Samadhi, Prajna) Konsep Mandala (Kamadhatu, Rupadhatu, Arupadhatu) Ajaran filsafat (Guru Pembimbing). Kedua Makna ajaran teks Sang Hyang Kamahāyānikan meliputi: Makna Teologis (Ontologis) hakekat ketuhanan, Tradisi Hindu Budha Nusantara. Makna Soteriologis (Jalan perbedaan) Yoga, Mantra, Mudra. Makna Etis (Moral) Kesucian, Etika, Sadhana. Makna Kelepasan. Makna Warisan Budaya. Ketiga relevansi ajaran Teks Sang Hyang Kamahāyānikan bagi teologi Hindu masa kini yaitu: Konsep Ketuhanan, Tuhan Yang Esa, Tuhan sumber segalanya, Tuhan ada dimana-mana, Tuhan yang Acintya. Toleransi dan harmoni antar agama, sintesis Hindu-Budha, perspektif holistik. Pedoman etika dan spiritual.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

##section.default.title##