MAREBU AGUNG DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA BINYAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI (KAJIAN TEOLOGI HINDU)
Kata Kunci:
Marebu Agung, Perkawinan Hindu, Krama Jangkepan, Makna Teologi, Sekala-Niskala.Abstrak
Marebu Agung merupakan salah satu rangkaian upacara perkawinan masyarakat Desa Binyan yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan adat dan keagamaan masyarakat. Upacara ini tidak hanya berkaitan dengan pengesahan perkawinan secara niskala, tetapi juga menjadi bagian dari proses memperoleh kedudukan sebagai krama jangkepan serta pelaksanaan awig-awig dan pararem desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan, proses, sarana, dan makna Upacara Marebu Agung dalam perkawinan di Desa Binyan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marebu Agung dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian tradisi, pemenuhan tri upasaksi, pemenuhan hak sebagai krama jangkepan, dan ketaatan terhadap aturan adat. Pelaksanaannya melibatkan tahapan dan sarana yang telah ditentukan, dengan karangan babi, banten urip-uripan, dan sate bunga (jerimpen) sebagai sarana utama yang mengandung berbagai simbol tentang kesuburan, kesucian, keseimbangan, persatuan, kemakmuran, dan keharmonisan. Upacara ini juga mengandung makna teologis, kosmologis, sosial-spiritual, dan filosofis yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, leluhur, alam, dan masyarakat. Dengan demikian, Marebu Agung menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi serta keseimbangan kehidupan sekala-niskala masyarakat Desa Binyan.







