PRᾹṆᾹYᾹMA DALAM YOGA SURYA DHARYAM SEBAGAI SARANA PERSEMBAHAN DI PASRAMAN SERULING DEWATA
Kata Kunci:
Prāṇāyāma, Yoga Surya Dharyam, Pasraman Seruling Dewata, persembahanAbstrak
ABSTRAK
Prāṇāyāma dalam yoga surya dharyam Sebagai Sarana Persembahan di Pasraman Seruling Dewata mengeksplorasi dimensi teologis dalam praktik Yoga Surya Dharyam di Pasraman Seruling Dewata, yang sebelumnya telah dibahas dalam Tesis penulis namun kini dikembangkan dengan fokus spesifik pada aspek persembahan. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana teknik pernapasan (Prāṇāyāma) ditransformasikan dari sekadar olah fisik menjadi sarana pengabdian (Bhakti) yang mendalam, serta menjadi cara untuk proses meningkatkan kesadaran spiritual dan memurnikan diri dengan cara melatih pernapasan serta melakukan sikap tubuh (asana-asana) sebagai sarana pemujaan terhadap Tuhan. Penelitian ini menggunakan teori fungsional struktural, dan teori kesehatan. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Sumber data primer dan sekunder, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebaruan teknis dan konseptual pada Yoga Surya Dharyam. Secara teknis, penggunaan rasio napas 4-8-2 memiliki distingsi tajam dibanding rasio umum 2-4-1 dalam Hatha Yoga. Secara teologis, durasi penahanan napas (Kumbhaka) yang lebih panjang (8 ketuk) berfungsi sebagai ruang kontemplatif untuk melakukan persembahan batiniah (Yajna). Hasil analisis perbandingan menunjukkan bahwa jika teks klasik lebih menekankan pada kendali pikiran dan pembersihan saluran energi, Yoga Surya Dharyam secara eksplisit mengintegrasikan napas sebagai instrumen penyelarasan diri dengan energi kosmik matahari (Surya). Penelitian ini dapat disimpulkan dengan menegakkan model konseptual integratif yang menghubungkan empat pilar utama: Prāṇāyāma sebagai fondasi, peningkatan Kesadaran, aktualisasi Persembahan, hingga tercapainya Penyatuan Ilahi.






