PENENTUAN DEWASA AYU DALAM UPACARA PAWIWAHAN MENURUT LONTAR PANCA KANDA DI DESA DARMASABA
Kata Kunci:
dewasa ayu, pawiwahan, Lontar panca kandaAbstrak
Penentuan dewasa ayu dalam pawiwahan Hindu menurut Lontar Panca Kanda bukan sekadar tradisi, melainkan manifestasi ajaran spiritual yang menekankan pentingnya keselarasan manusia dengan tatanan kosmik, dengan memilih waktu yang tepat secara astrologis dan spiritual, umat Hindu percaya bahwa pernikahan akan memperoleh restu Tuhan, harmoni, dan kebahagiaan, serta menjadi bagian dari perjalanan suci menuju tujuan hidup yang lebih tinggi. Banyak pasangan muda mungkin tidak terlalu peduli dengan tradisi atau mungkin tidak sepenuhnya memahami pentingnya memilih bulan tradisional. Mereka lebih memilih waktu yang sesuai dengan rencana dan preferensi pribadi mereka. Generasi muda mungkin memiliki pandangan berbeda terhadap tradisi dan lebih cenderung mengutamakan aspek praktis dan personal dalam merencanakan pawiwahan. Penentuan dewasa ayu sangat penting dilakukan sebelum melakukan upacara pawiwahan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis mengapa upacara pawiwahan penting menentukan dewasa ayu. Untuk menganalisis bagaimana cara menentukan dewasa ayu dalam upacara pawiwahan. Untuk menganalisis makna teologi dari di tentukannya dewasa ayu dalam upacara pawiwahan bagi orang yang melaksanakan pawiwahan. Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah Lontar Panca Kanda menjadi salah satu pedoman utama dalam penetapan dewasa ayu, karena memuat prinsip wariga dan keseimbangan. Hari baik dipilih bukan hanya yang bebas halangan, tetapi saat konstelasi kosmik dan spiritual berada dalam harmoni, sehingga pelaksanaan pawiwahan menjadi bentuk partisipasi manusia dalam tatanan kosmis yang sakral. Proses pemilihan hari baik melibatkan perhitungan astrologis yang cermat terhadap posisi planet, fase bulan, hari pekan, kombinasi astrologis, dan kecocokan horoskop kedua calon mempelai. Semua ini bertujuan agar pernikahan dimulai dalam kondisi energi kosmik yang paling menguntungkan, sehingga mengurangi risiko ketidakserasian dan menguatkan keberuntungan serta keharmonisan rumah tangga.






